Dewan Minta Pengusaha Kooperatif Bantu Penanggulangan Covid-19

Selasa, 5 Mei 2020 17:10

Anggota DPRD Kota Makassar, Azwar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Setelah berulang kali mendapat teguran, Satpol PP Kota Makassar akhirnya merazia Toko Agung dan didesak untuk ditutup sesuai aturan PSBB bahwa retail selain bahan pokok wajid ditutup.

Pada proses razia Senin (4/5/2020) kemarin, Satpol PP terlibat bentrok dengan penjaga parkir toko alat tulis itu. Adu mulut dan saling pukul pun tak terhindarkan. Sehingga rekaman video peristiwa itu pun viral di media sosial.

Menanggapi kejadian itu, Anggota DPRD Kota Makassar, Azwar mendukung penegakan hukum yang dilakukan Satpol PP Kota Makassar, termasuk bagi toko-toko non pangan yang masih buka perlu adanya penindakan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

“Beberapa kali toko-toko besar yang membandel, kita dukung penegakan hukum kepada toko-toko besar yang masih ngeyel tidak mengindahkan PSBB,” papar Azwar di Gedung DPRD Makassar, Selasa (5/5/2020).

“Kita harus mendukung aparat, apalagi ini Satpol-PP ini atas nama hukum yang berlaku untuk menegakan peraturan di kota Makassar ini,” sambungnya.

Terkait insiden bentrok tersebut, politisi PKS itu menilai cara-cara persuasif yang dilakukan Satpol PP masih dalam kewajaran.

“Saya rasa tindakan Satpol PP masih terukur, meskipun kemarin sempat ada insiden, tapi tidak berlanjut sampai lebih parah, perdebatan itu biasa,” ungkap Anggota Komisi A ini.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pengusaha di Kota Makassar untuk mengikuti aturan Pemkot demi kemaslahatan bersama dan kesuksesan penyelenggaraan PSBB.

Komentar