Laporan Dugaan Korupsi Kartu Prakerja, Ini Janji KPK

Selasa, 5 Mei 2020 13:57

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri (Muhammad Ridwan/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Tak terkecuali laporan dugaan korupsi di program Kartu Prakerja yang dilayangkan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) pada Senin (4/5) kemarin.

“Setiap laporan masyarakat, termasuk dari MAKI tentu KPK akan melakukan langkah-langkah analisa lebih lanjut dengan lebih dahulu melakukan verifikasi mendalam terhadap data yang diterima,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri kepada JawaPos.com (grup fajar.co.id), Selasa (5/5).

Ali menyampaikan, KPK terlebih dulu akan menelaah laporan tersebut sebelum ditindaklanjut oleh tim penyelidikan. Apabila dari hasil telaahan dan kajian memang ditemukan adanya indikasi peristiwa yang di duga sebagai tindak pidana, maka tidak menutup kemungkinan KPK tentu akan melakukan langkah-langkah hukum berikutnya sesuai kewenangan KPK. “Akan dilakukan telaahan dan kajian terhadap informasi dan data tersebut,” tegas Ali.

Sebelumnya, Koordinator MAKI Boyamin Saiman meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera membuka penyelidikan baru terkait dugaan korupsi dalam proyek kartu prakerja yang menelan anggaran hingga Rp 5,6 triliun. Permintaan ini, langsung disampaikan MAKI dengan mendatangi gedung lembaga antirasuah.

“Saya meminta KPK sudah memulai melakukan proses penyelidikan atau setidaknya pengumpulan bahan/keterangan,” kata Boyamin dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Boyamin menyatakan, permintaan untuk dilakukannya penyelidikan perlu disampaikan, karena saat ini telah ada pembayaran secara lunas program pelatihan peserta kartu prakerja gelombang I dan gelombang II. Jika ada dugaan korupsi, seperti mark-up, KPK dapat langsung bekerja.

Komentar