Pasca Penutupan Penerbangan, 90 Persen Pendapatan Bandara Sulhas Hilang

Selasa, 5 Mei 2020 22:52

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAROS — Pasca penutupan penerbangan komersial di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara dipastikan pendapatannya hilang.

General Manager PT Angkasa Pura I, Wahyudi, mengatakan, Virus Corona ini cukup berdampak bagi dunia penerbangan. Bahkan, kata dia, dampak sangat signifikan.

“Dampak terhadap kami dari perusahaan Angkasa Pura I cukup signifikan, karena hampir 90 persen pendapatan kami hilang sehingga berdampak terhadap pada karyawan. Karyawan kami juga ada rencana untuk merumahkan, namun dari manajemen belum mengambil arah kesana, baru sebatas mengurangi fasilitas yang diperoleh oleh seluruh karyawan kita,” ungkapnya.

Dia juga mengaku pihaknya hanya akan membayar karyawan sesuai jam kerja yang dilaksanakan.

“Kita akan bayarkan sesuai jam kerja yang dilaksanakan oleh teman-teman. Misalkan kemarin satu bulan jam kerja wajibnya 160 jam dan saat ini hanya bekerja 60 jam. Maka itu saja kita bayar sehingga belum ada sistem perumahan. Tapi kita lihat kedepannya seperti apa, kalau kondisi semakin membaik Insyaallah tidak ada perumahan karyawan tapi kalau kondisi tidak baik kemungkinan langkah itu kita ambil,” jelasnya.

Untuk kerugian di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, ia memperkirakan hampir Rp100 Miliar jika kondisi ini terjadi hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Sebab pendapatan yang hilang ditaksir antara Rp8 Miliar sampai Rp9 Miliar per bulannya.

“Perkiraan kita hampir Rp100 Miliar kalau misal tidak beroperasi sampai batas waktu yang tidak kita tentukan. Misalnya sampai akhir tahun. Sebab kita juga belum bisa pastikan apakah bulan Juni sudah beroperasi atau belum karena itu ranahnya Kementerian Perhubungan. Meski kita berharap bisa segera beroperasi,”jelasnya.

Intinya dari Kemenhub akan melakukan evaluasi kembali. Nanti setelah mendapat ijin rute dari Kemenhub pastinya akan dapat beroperasi kembali.

Mengenai pesawat parkir, Wahyudi menyebutkan jika pihaknya mempunyai 42 parking stand.

“Yang sudah terisi 37, yang 5 parking stand nya untuk operasional cargo, madivac dan lain-lain yang bersifat emergency. Jadi masih bisa parkir ditempat kita,” jelasnya

Sementara Bupati Maros, HM Hatta Rahman yang sempat memantau kondisi bandara berharap agar Covid-19 ini cepat teratasi.

“Semoga Covid-19 cepat teratasi, karena ekonomi kita tidak jalan. Termasuk PAD dari bandara anjlok sekali disebabkan pendapatan bandara juga kurang,” pungkasnya. (rin)

Bagikan berita ini:
5
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar