Tidak Boleh Diperjualbelikan Plasma Darah untuk Terapi Corona

Selasa, 5 Mei 2020 22:48

Ilustrasi sampel darah pasien positif corona (Antara)

FAJAR.CO.ID,JATIM– Tim Peneliti Plasma Konvalesen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)/Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. Elida Marpaung, M Biomed menegaskan plasma darah atau konvalesen pasien Corona (Covid-19) yang kini sedang diuji untuk menjadi salah satu terapi bagi pasien dengan gejala berat penyakit itu tidak boleh diperjualbelikan

“Seperti transfusi pada umumnya bahwa memang darah manusia itu tidak boleh diperjualbelikan,” kata Eida Marpaung dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Indonesian Clinical Training and Education Center (ICTEC) dan Bagian Penelitian RSCM-FKUI di Jakarta, Selasa (5/5), seperti dilansir dari Antara.

Peraturan yang sekarang ada untuk proses transfusi darah, kata dokter dari Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSCM itu, juga berlaku untuk plasma darah, yaitu yang digantikan oleh pasien adalah biaya pengolahan darah, meski hal itu tidak berlaku untuk penelitian.

Terapi plasma darah adalah jenis terapi yang ditujukan untuk pasien COVID-19 dengan gejala berat. Metode yang dilakukan untuk terapi ini adalah dengan mengambil plasma konvalesen dari pasien positif korona yang sudah dinyatakan sembuh selama empat pekan.

Bagikan berita ini:
9
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar