TKA Tiongkok, PP Pemuda Muhammadiyah Rezim Pemerintahan Jokowi

Selasa, 5 Mei 2020 09:09

Tenaga kerja asal Cina saat datang di Bandara Haluoleo, Kendari.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Razikin, memberikan peringatan keras kepada pemerintah terkait rencana kedatangan 500 TKA (Tenaga Kerja Asing) asal China, ke Sulawesi Tenggara, maupun daerah lainnya.

Menurut Razikin, rezim pemerintahan Presiden Jokowi hendaknya memiliki sensitifitas terkait masalah ini.

Sebab, dia khawatir polemik dan penolakan terhadap masuknya TKA asal China itu akan terus berlanjut.

“Hal ini bisa saja meradikalisasi kemarahan rakyat secara lebih luas jika pemerintah memaksakan diri membuka pintu terhadap kedatangan 500 TKA dari China tersebut,” ucap Razikin, Senin malam (4/5).

Oleh karena itu, mantan ketua umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini berharap agar pemerintah lebih sensitif dalam memahami suasana kebatinan masyarakat.

“Penolakan dari pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Tenggara itu perlu direspons, setidaknya dengan memberikan kepastian membatalkan atau setidaknya menunda kedatangan TKA tersebut,” tegas Razikin.

Jebolan Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia ini juga menilai, penolakan kedatangan TKA asal Negeri Tirai Bambu adalah sesuatu yang sangat wajar di tengah pandemik corona virus baru (Covid-19).

Bagikan berita ini:
9
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar