717 Jamaah Tabligh Indonesia Terjebak di India, 12 Orang Ditangkap

Rabu, 6 Mei 2020 11:30

Jutaan orang memilih keluar dari Kota menuju kampung halaman setelah pemerintah umumkan lockdown selama 21 hati akibat v...

FAJAR.CO.ID, NEW DEHLI– Pengadilan India pada Senin (4/5) waktu setempat menolak pengajuan jaminan bagi 10 warga Indonesia anggota Jamaah Tabligh yang ditangkap pada pada 23 April lalu, lantaran melanggar aturan penguncian wilayah (lockdown) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Sepuluh WNI itu melanggar aturan lockdown karena menghadiri pertemuan Jamaah Tabligh di Nizamuddin, New Delhi, sekitar Maret lalu dan tidak memberi tahu aktivitas mereka kepada polisi.

Padahal, sejak Maret lalu India telah melarang segala aktivitas perkumpulan massa bahkan membatasi kedatangan warga negara asing.

Dengan keputusan hakim, pengadilan India memutuskan 10 WNI itu akan tetap berada di penjara sampai 11 Mei mendatang. Para WNI itu didakwa pasal percobaan pembunuhan dan pembunuhan secara tidak disengaja dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana India.

Pengacara para terdakwa, Ishrat Khan, telah memohon agar kedua dakwaan itu tidak disematkan kepada para terdakwa lantaran tidak berlaku bagi kasus tersebut.

Khan menilai, hakim pengadilan tidak memiliki yurisdiksi dalam kasus ini jika dilihat dari dakwaan yang dijatuhkan.

Dilansir Hindustan Times, sejauh ini total ada 12 WNI Jamaah Tabligh yang ditangkap kepolisian India setelah menghadiri acara organisasi tersebut. Dua dari 12 WNI itu masih dalam masa karantina. Belasan WNI itu terdiri dari enam pria dan enam wanita.

Bagikan berita ini:
10
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar