Tanpa Komitmen Bersama, PSBB Hanya Jadi Arena Pertunjukan Pelanggaran

Rabu, 6 Mei 2020 19:40

Sejumlah pelanggar PSBB dihukum push-up.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar akan memasuki tahap kedua. Melihat situasi ini, berbagai pro dan kontra bermunculan. Ada pihak pihak yang mendukung, namun ada juga yang tidak setuju.

Menurut pengamat pemerintahan, Andi Luhur Prianto, soal PSBB tahap kedua tanpa komitmen dari seluruh pihak, kebijakan tersebut hanya menjadi arena pertunjukan pelanggaran aturan.

“PSBB di Makassar belum didukung penuh kesadaran waega. Sepertinya PSBB bukan untuk kepentingan warga kota keseluruhan. Belum efektif, tapi jauh lebih baik karena telah dilakukan. Akhirnya kita bisa saling menilai tingkat solidaritas bersama dalam hidup berkota,” ucapnya, Rabu (6/5/2020).

Ia melihat di sisi lain pelaksanaan PSBB tahap pertama tidak didukung pengorganisasian tata pemerintahan yang baik. Kesatuan komando dalam tim gugus dan organisasi pemerintah kota belum terjadi.

“Masih ada gerakan tambahan di internal pemkot, seperti yang masih terjadi di tim gugus kemarin. Tindakan tegas, terutama pada para pelaku usaha yang melanggar, baru terjadi di akhir-akhir masa PSBB,” ungkap Andi Luhur Prianto.

Sementara itu terkait pendistribusian sembako, kata dia harus lebih ditingkatkan drngab mendata lebih detail agar tidak salah sasaran. Mengingat masih banyak masyarakat yang betul betul sangat membutuhkan.

Untuk kelanjutan PSBB tahap dua, menurutnya sangat tergantung dari komitmen dan kesiapan Pemerintah Daerah. (anti/fajar)

Bagikan berita ini:
4
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar