Ali Mazi soal 500 TKA Tiongkok: Beda Menolak dengan Menunda

Kamis, 7 Mei 2020 10:24

Gubernur Sultra Ali Mazi menyampaikan bahwa pemerintah tidak menolak kedatangan 500 TKA di Sultra, namun hanya minta dit...

FAJAR.CO.ID, KENDARI– Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menyampaikan, pihaknya tidak menolak namun meminta menunda rencana kedatangan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) yang akan bekerja di perusahaan tambang PT VDNI di Morosi, Kabupaten Konawe.

Penundaan kedatangan ratusan TKA tersebut di wilayah Sulawesi Tenggara karena memikirkan suasana kebatinan warga di daerah itu yang tengah berjuang melawan Covid-19.

”Bukan menolak, (tapi) menunda. Beda menolak dengan menunda. Karena regulasinya itu ada dari pemerintah pusat sudah ada,” kata Ali Mazi seperti dilansir dari Antara.

”Kan namanya penundaan ini kan mekanisme regulasinya sudah ada, tapi kan belum bisa, suasana kebatinan kita hari ini belum bisa menerima hal seperti itu, ya kita tunda. Suasana kebatinan masyarakat Sulawesi Tenggara, saya harus menjaga masyarakatku,” kata tabah Ali Mazi.

Menanggapi keputusan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara yang menyatakan menolak kedatangan 500 orang TKA asal Tiongkok untuk bekerja di wilayah Sulawesi Tenggara, gubernur Sultra mengungkapkan hal itu merupakan hak DPRD.

Bagikan berita ini:
7
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar