Meninggal di Atas Kapal, Jenazah ABK Indonesia Dilarung ke Laut, Begini Penjelasan Kemenhub

ILUSTRASI, kapal ikan asing. (istimewa)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menanggapi video yang viral memperlihatkan, diduga seorang warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal (ABK) kapal berbendera Tiongkok meninggal. Jenazahnya lantas dilempar ke laut.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono menjelaskan, penanganan ABK yang meninggal saat sedang berlayar sudah diatur dalam dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, Circular Letter International Maritime Organization (IMO) No.2976, ketentuan internasional maupun nasional (KUHD).

Memang sesuai aturannya, salah satu penanganan jenazah dilakukan dengan cara melarungkan ke laut. Selain dilarung ke laut, ada penanganan lain jika memang diduga jenazah tersebut berpotensi menyebarkan penyakit berbahaya bagi ABK lain.

Caranya, yaitu dapat disimpan di dalam freezer sampai tiba di pelabuhan berikutnya (jika kapal memiliki freezer). Atau, jenazah dapat dikremasi dan abunya diberikan kepada pihak keluarga.

“Artinya jika tidak ada fasilitas penyimpanan yang sesuai untuk menangani jenazah di kapal dan jenazah sakit diduga dapat menular ke ABK lainnya serta jarak dan waktu tempuh ke pelabuhan tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu singkat maka sesuai ketentuan yang berlaku dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, jenazah tersebut dilarung ke laut,” jelasnya, dalam keterangannya, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan karena yang bersangkutan bekerja di kapal asing, maka aturan yang berlaku pada kapal tersebut adalah peraturan negara bendera kapal tersebut. Capt. Sudiono menambahkan, pihaknya juga telah menghubungi pihak perusahaan dan memastikan hak-hak yang bersangkutan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar