Kasus Suap Imam Nahrawi, Peran Taufik Hidayat Didalami KPK

Jumat, 8 Mei 2020 21:26

Taufik Hidayat Diperiksa KPK (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– KPK akan mendalami pernyataan Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Taufik Hidayat. Pasalnya, ia mengaku menjadi perantara dalam penyerahan uang senilai Rp1 miliar kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

“Saat ini pemeriksaan saksi-saksi lain masih akan terus dilakukan dan tentu fakta tersebut perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut, dengan mengkonfirmasi kepada saksi lainnya,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Jumat (8/5).

Namun, juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini enggan berspekulasi apakah Taufik berpeluang menjadi tersangka atau tidak, dalam perkara suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pada KONI Tahun Anggaran 2018. Menurutnya, perlu bukti yang kuat untuk menentukan seseorang sampai menjadi tersangka.

Ali memastikan, jaksa penuntut umum (JPU) KPK akan segera menganalisis setiap keterangan dari para saksi. Terlebih juga memerlukan analisis yuridis dari putusan hakim terkait perkara yang menjerat Imam Nahrawi.

“Fakta-fakta dari para saksi tersebut, JPU nanti akan rangkai di bagian analisa yuridis dalam surat tuntutannya dan berikutnya tentu kami tunggu putusan majelis hakim,” tegas Ali.

Sebelumnya, Taufik Hidayat mengaku menyerahkan uang sebesar Rp 1 miliar kepada Miftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi. Mulanya, ‎Taufik mendapat pesan dari Tomy Suhartanto, Manager Perencanaan Satlak Prima Kemenpora, kalau dia menitipkan uang Rp 1 miliar ke Taufik untuk diserahkan ke Ulum.

Bagikan:
2
10
9

Komentar