Kutuk Keras Pembuangan Jenazah ABK WNI di Kapal China, GP Ansor: Itu Tindakan Biadab

Jumat, 8 Mei 2020 10:45

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus pelarungan atau pembuangan jenazah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal perusahaan China diprotes keras. Bahkan Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengutuk aksi tersebut.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras pelarungan jenazah WNI yang menjadi ABK di kapal perusahaan China, Longxing. Menurutnya tindakan tersebut termasuk dugaan “human trafficking”.

“Tragedi kemanusiaan yang menimpa 18 ABK asal Indonesia tersebut adalah bentuk-bentuk perbudakan modern (modern slavery) dan diduga keras telah terjadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” katanya, melalui pernyataan tertulis, Kamis (7/5).

Gus Yaqut, sapaan akrabnya, mengatakan sangat jelas terlihat cara perusahaan menangani ABK yang bekerja di kapal Longxing yang sedang sakit. Bahkan hingga penguburannya yang tidak manusiawi dengan cara melarung ke laut.

“Ini tindakan biadab, sebab itu kami mengutuk keras,” tegasnya.

Dia mengatakan, GP Ansor, menuntut kepada Dalian, perusahaan yang mempekerjakan para ABK tersebut untuk meminta maaf secara terbuka kepada korban dan masyarakat Indonesia. Selain itu, Dalian juga harus memenuhi hak-hak pekerja sepenuhnya dan mengganti semua akibat pelanggaran yang telah dilakukan perusahaan kepada ABK dan para ahli warisnya.

“GP Ansor juga meminta pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, BP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada ke-14 ABK selama masa karantina hingga proses pemulangan ke Tanah Air,” katanya.

Komentar


VIDEO TERKINI