Infografis

Longgarkan PSBB, Transportasi Kembali Dibuka

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sempat terhenti, akses transportasi kembali dibolehkan. Namun, bukan melayani pemudik.

Kementerian Perhubunan (Kemenhub) telah membuka akses transportasi umum, baik darat, laut, dan udara. Pembukaan operasional ini dikhususkan untuk aktivitas bisnis, ekonomi, logistik, pejabat negara, kesehatan, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan Covid-19.

Jubir Kemenhub Adita Irawati mengatakan pemerintah pusat meminta daerah tidak menutup jalan nasional. Sebab, dampaknya bisa melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Intinya mudik tetap dilarang. Yang diatur adalah pengecualian bagi yang berhubungan dengan Covid-19 dengan kriteria dan syarat tertentu,” jelasnya, kemarin.

Gugus juga telah mengeluarkan edaran atas pengecualian bagi mereka yang bisa mengakses trasportasi umum. Khusus untuk akses darat, ia menegaskan tak ada penutupan jalan nasional.

Yang ada hanya pembatasan bagi mereka yang hendak mudik. Sementara, aktivitas logistik serta aktivitas lain yang dikecualikan, tak boleh terganggu karena akan memberi dampak besar kepada masyarakat.

Maskapai Bertahap

Dengan aturan baru ini, maskapai pun kembali beroperasi. Akan melayani penerbangan secara bertahap. Kemarin, Garuda Indonesia mulai pukul 00.01, kembali melayani operasional penerbangan.

Layanan penerbangan tersebut akan dioperasikan dengan merujuk pada ketentuan kriteria masyarakat yang dapat mengakses layanan transportasi pada masa pandemi Covid-19.

Seperti penumpang yang akan melaksanakan tugas kedinasan, kepentingan umum, kesehatan dan medis, masyarakat yang akan pulang ke daerah asal, kebutuhan repatriasi, dan layanan fungsi ekonomi penting.
Kemudian mobilisasi pekerja migran Indonesia maupun kriteria penumpang lainnya yang diatur sesuai dengan kebijakan yang diatur Gugus Tugas Percepatan Covid-19.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan reservasi layanan penerbangan tersebut dapat diakses sejak 6 Mei melalui seluruh kanal penjualan owned channel tiket Garuda Indonesia. “Temasuk di Makassar,” katanya.

Garuda Indonesia menerapkan prosedur penerimaan dan screening penumpang yang sangat ketat untuk layanan penerbangan yang dioperasikan. Antara lain melalui pemberlakuan ketentuan penyertaan surat keterangan sehat dan negatif Covid-19 dari rumah sakit.

Bagi penumpang dengan tujuan perjalanan dinas harus dibuktikan dengan menunjukkan kartu identitas kantor dan surat tugas dari kantor maupun instansi terkait. Penyertaan surat pernyataan tidak mudik atau surat keterangan tertulis alasan melakukan perjalanan.

“Selain itu, penumpang wajib memenuhi kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sesuai ketentuan protokol kesehatan yang berlaku,” katanya.

Sementara untuk maskapai lainnya akan beroperasi secara bertahap. Seperti Lion Air yang baru akan melayani per 10 Mei.

Hal tersebut disamoaikan Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro. Dia juga mengatkan Lion Air Group telah memfasilitasi kepada calon tamu atau penumpang yang akan membeli tiket (issued ticket).

“Pemblian dapat dilakukan di kantor pusat dan kantor cabang penjualan piket (ticketing town office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia,” katanya.

Juga via layanan kontak pelanggan (call center) serta aplikasi perangkat smartphone (mobile apps) Lion Air dan Batik Air. Untuk pembelian tiket Wings Air juga bisa melalui situs dan aplikasi tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono mengatakan PSBB tak boleh menghalangi aktivitas ekonomi masyarakat. Termasuk penyaluran logistik, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas lain yang berhubungan dengan Covid-19.

“Jangan sampai petani terganggu untuk menyalurkan hasil pertaniannya. Begitupun dengan pekerja harian dan mereka yang bertugas untuk pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Logistik Lancar

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) Sulselbar, Syarifuddin Syahrudi mengatakan, akses logistik di perbatasan sudah berjalan lancar. Hanya saja, itu berlaku khusus kendaraan kontainer atau truk yang memang mengangkut logistik.

“Kalau khusus mobil besar untuk muat barang sejauh ini tidak ada masalah. Karena memang banyak yang melintas malam hari. Jadi aman,” kata Ipho –sapaannya–, kemarin.

Nah, berbeda halnya dengan kendaraan kecil atau pikap yang ingin lewat. Meskipun tujuannya memang untuk mengangkut logistik. Di sisi lain, kendaraan kecil ini juga banyak yang melintas siang hari, saat lalu lintas padat dan pemeriksaan memang ketat.

“Berbicara logistik itu luas sekali,” sambungnya. Pemerintah pusat juga sudah menegaskab logistik harus dijamin tidak terhambat.

Pelaku usaha yang tergabung dalam Komunitas Ayam Kampung Unggul Balitnas (KUB) Sulsel Sulaiman H Andi Loeloe mengharapkan akses tetap dibuka.

Karena usahanya merupakan binaan Dinas Koperasi Sulsel, Sulaiman diminta mengurus surat tugas di Dinas Koperasi Sulsel. “Sekarang kami bawa terus suratnya,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengolah Hortikultura (Aspehorti) Sulsel Agus Khaliq bersyukur tidak ada lagi anggotanya yang kesulitan akses melintasi daerah PSBB. “Alhamdulillah sudah lancar,” katanya.

Buka-Tutup

Wilayah perbatasan masih dijaga ketat. Tak semua pengendara diperbolehkan melintas di jalan provinsi dan nasional.

Kemarin, kendaraan menumpuk di perempatan Jl Sultan Alauddin-Jl Sultan Hasanuddin-Jl Syekh Yusuf- Jl Malengkeri. Namun, volume kendaraan agak menurun dibandingkan empat hari sebelumnya.

Petugas keamanan memblokade sebagian Jl Sultan Hasanuddin. Kendaraan yang akan masuk ke Gowa dibatasi. Mobil tronton yang hendak melintas, diberikan jalan. Petugas bersama anggota Ormas Kiwal yang menuntunnya.

Sementara pengendara lainnya, dituntun mengambil jalan alternatif. Ada ke Jl Syekh Yusuf, ada pula menuju Jl Malengkeri. Sebagian kecil memutar balik ke Jl Sultan Alauddin.

Palang bambu yang dipasang di Jalan Hasanuddin dibuka sekitar pukul 15.10 Wita. Situasi jalanan sudah agak sepi. Pemeriksaan identitas pun masih dilakukan. Hanya warga ber-KTP di wilayah Gowa, beserta pekerja diperbolehkan melintas.

Bagi yang tidak ber-KTP Gowa akan diintrogasi terlebih dahulu. Jika dianggap tidak penting, maka diminta untuk putar balik. Penjagaan ketat ini juga berlaku di wilayah perbatasan lainnya, Jl Aroepala-Jl Tun Abdul Razak.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe mengatakan jalan provinsi dan nasional tidak ditutup. Hanya diperkecil jalannya dalam rangka pemeriksaan.

“Tidak apa (diperkecil atau dipersempit) dalam rangka pemeriksaan. Tujuannya agar arus kendaraan diperlambat untuk menghindari kecelakaan,” katanya.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan mengatakan penerapan buka tutup di wilayah perbatasan diberlakukan untuk membatasi setiap orang yang masuk ke wilayah Gowa. Tak ada penutupan penuh.

“Dalam aturan PSBB sudah jelas siapa saja yang diperbolehkan lewat. Kalau sekadar untuk mengunjungi keluarganya tentu tidak diperbolehkan. Kami minta putar balik. Jadi bukan tutup total,” kata Tambunan.

Langkah ini juga diberlakukan di wilayah perbatasan yang lainnya. Mekanismenya buka tutup. “Sekaligus kejahatan jalanam kita antisipasi. Jangan sampai memanfaatkan PSBB ini. Dia mau bebas, padahal kendaraan curian mau dikasi lolos,” ungkapnya.

Dengan pola pengamanan tersebut, masyarakat cenderung memilih untuk tinggal di rumah selama PSBB diberlakukan. “Saya pantau hari ini sangat sepi. Meskipun hari libur, perubahannya juga terlihat kemarin. Beda sekali dengan hari pertama,” ujarnya.

Bahkan warga yang masih berkumpul di luar rumah mangalami penurunan. Hal ini jelasnya berdasarkan hasil penindakan di lapangan selama tiga hari. Dari 102 dua orang yang diamankan, dihari ketiga sisa 60-an saja. Semuanya tentunya diberikan hukuman.

Pengamanan yang begitu ketat sebutnya, merupakan upaya untuk menyelamatkan masyarakat dari virus korona. “Dan harapannya berhasil memutus penyebaran virus berbahaya ini, dan Gowa menjadi percontohan bagi penerapan PSBB untuk daerah lainnya,” imbuhnya. (*)

Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...