Marsda TNI Donny Ermawan Taufanto Jabat Sekjen Kementerian Pertahanan

Jumat, 8 Mei 2020 04:26

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melantik Marsda TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S, sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –-  Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Marsda TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S, resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Republik Indonesia menggantikan Laksdya TNI Dr Agus Setiadji, sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/TPA/ tahun 2020 tanggal 29 April 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Pertahanan.

Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dipimpin langsung Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan Jakarta, Rabu (6/5/2020). 

Dengan demikian, selangkah lagi Donny Ermawan Taufanto akan mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, yakni dari Marsekal Muda (Marsda) menjadi Marsekal Madya (Marsdya).

“Terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan untuk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Republik Indonesia, dalam rangka membantu Menteri Pertahanan,” ujar Donny Ermawan Taufanto kepada wartawan usai Sertijab tersebut.

Ketika ditanyakan tentang tugas sebagai Sekjen Kementerian Pertahanan, penerima Adimakayasa Akademi Angkatan Udara 1988 ini mengatakan, secara umum akan membantu Menteri Pertahanan merumuskan dan menetapkan kebijakan penyelenggaraan pertahanan negara berdasarkan kebijakan umum Pertahanan Negara yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, dan secara khusus membantu Menteri Pertahanan menetapkan kebijakan strategis manajemen dan dukungan administrasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dia  pun mengatakan, mulai hari itu juga akan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, mendalami tugas, peran dan fungsi sebagai Sekjen Kemhan serta melakukan koordinasi dan singkronisasi tugas, baik secara internal maupun eksternal, serta mempelajari program kerja yang telah dilaksanakan oleh pejabat lama, mana yang belum selesai dan segera untuk dilanjutkan. (lis)

Bagikan berita ini:
7
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar