Menurut Istana, Ini Maksud Ajakan Jokowi Hidup Berdamai dengan Covid-19

Jumat, 8 Mei 2020 12:25
Belum ada gambar

Presiden RI Joko Widodo-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada masyarakat untuk bisa berdamai dengan virus Korona atau Covid-19 di tengah pendemi saat ini. Pernyataan itu menjadi polemik karena selama ini jargon yang disuarakan adalah lawan Covid-19

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin ‎menjelaskan yang dimaksud Presiden Jokowi berdamai dengan Covid-19 adalah, masyarakat diminta bisa bersabar dan jangan menyerah terhadap pendemi virus Korona ini.

‎”Ya artinya jangan menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Itu yang disebut the new normal‎,” ujar Bey kepada wartawan, Jumat(8/5).

Bey mengatakan, ‎bahwa virus Korona memang nyata. Namun adanya pandemi ini tidak serta merta membuat masyarakat tidak produktif dalam menjalani kehidupan.

“Kita terus berusaha agar Covid-19 segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya virus ini semuanya harus mengalami penyesuaian dalam kehidupan,” katanya.

Bey juga menuturkan, Covid-19 memang belum ada obatnya. Sehingga diimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan demi mencegah tertularnya virus tersebut.

“Memang belum ada antivirusnya, tapi kita bisa mencegah tertular Covid-19,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut, kurva kasus Covid-19 diprediksi masih akan fluktuatif. Beberapa ahli mengatakan, ketika kasus Covid-19 sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol. Melainkan masih bisa naik lagi atau turun lagi.

Bagikan berita ini:
1
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar