MUI Desak Evaluasi Aturan PSBB Kabupaten Gresik, Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2020 11:44

TERBATAS: Aktivitas ibadah di salah satu masjid di Jalan Panglima Sudirman Gresik. (DOK/RADAR GRESIK)

FAJAR.CO.ID, GRESIK– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta Pemerintah Kabupaten Gresik, melakukan evaluasi terhadap Peraturan Bupati (Perbup) Gresik No 12/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasalnya, dalam perbup tersebut terdapat aturan pembatasan terhadap aktivitas keagamaan di masjid dan musala yang dinilai menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Sekretaris Umum MUI Jatim, Ainul Yaqin mengatakan, saat ini masyarakat di bawah banyak yang mengeluh tidak bisa melakukan ibadah karena masjid dan musala ditutup oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, hal ini rentan menimbulkan gesekan atau konflik horisontal karena hak beragama merupakan hal yang paling dijamin dalam bernegara.

“Kami minta secara tegas agar perbup dikaji ulang. Berdasarkan survei dan temuan di lapangan banyak kepala desa maupun aparat di bawah mengeluh karena mendapatkan desakan dari masyarakat,” kata dia.

Menurut Ainul Yakin, pemerintah harusnya cermat dan tidak terkesan gebyah uyah dalam menerapkan PSBB untuk rumah ibadah.

Sebagai contoh, masjid yang diizinkan tutup adalah masjid yang berdekatan dengan kasus covid-19 muncul.

Bagikan berita ini:
9
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar