Rocky Gerung Siap Jadi Saksi Ahli, Said Didu Akhirnya Penuhi Panggilan Polisi

Said Didu dan Luhut Binsar Panjaitan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah melayangkan surat pemanggilan kedua kepada mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Surat panggilan itu terkait dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Said Didu mengatakan telah menerima surat itu. Dengan ucapan Basmalah, ia mengaku siap mentaati aturan hukum.

“Hari ini saya menerima panggilan kedua dari polisi untuk menghadiri pemeriksaan tanggal 11 Mei 2020,” cuit Said Didu diakun Twitternya (@msaid_didu), Kamis malam (7/5/2020).

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai warga negara yang taat hukum, saya menyatakan bahwa saya patuh mengikuti aturan hukum,” lanjut Said di postingan yang sudah disukai 13 ribu kali dengan 1,5 ribu retweet.

Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh kuasa hukum Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) memang ramai diperbincangkan.

Pengamat politik Rocky Gerung salah satu orang yang tidak sepakat dengan pelaporan Said Didu. Ia menggarisbawahi soal hilangnya kebebasan pendapat atas pelaporan oleh pihak LBP.

“Saya nggak mendukung Said Didu, tapi saya dukung prinsip kebebasan berpendapat. Sebab, selain Said Didu, banyak orang lainnya yang kena,” ujar Rocky Gerung dalam wawancara virtual dengan Hersubeno yang diunggap di akun Youtubenya.

“Jadi Said Didu dihalangi oleh kekuasaan untuk mengucapkan pikirannya. Nah, yang kena Said Didu, karena Said Didu dianggap.orang yang nggak mau berhenti mulutnya untuk mengucapkan kritik. Padahal yang diucapkan Said Didu adalah vitamin untuk demokrasi,” imbuhnya.

Komentar

Loading...