Bela Kartu Prakerja, Golkar: Energi Positif dalam Penyerapan Tenaga Kerja

Sabtu, 9 Mei 2020 10:57

Ilustrasi Kartu Prakerja

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Program Kartu Prakerja yang saat ini bergulir masih jadi polemik. Bahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak agar program itu dihentikan. Tujuannya agar anggarannya bisa digunakan untuk penanganan virus Corona (COVID-19). Golkar membela program tersebut. Alasannya, Prakerja adalah bentuk bantuan semi BLT.

Politisi Partai Golkar Nusron Wahid menyebutkan, Program Kartu Prakerja dapat membantu sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis pondok pesantren dan sekolah kejuruan di tengah pandemi COVID-19.

“Program Kartu Prakerja merupakan kolaborasi yang efektif dan saling mengisi. Yaitu antara pelatihan secara online seperti saat ini, dan pelatihan offline pasca-COVID-19. Kartu Prakerja merupakan bentuk kolaborasi yang bisa menjadi energi positif dalam penyerapan tenaga kerja nantinya. Mitra Kartu Prakerja tidak hanya pemilik platform digital raksasa saja. SMK berbasis ponpes juga bisa menyediakan konten pelatihan. Seperti yang dilakukan SMK berbasis ponpes di Jateng, DIY dan Jawa Barat yang berkolaborasi dengan platform digital Sekolahmu,” kata anggota Fraksi Golkar di DPR ini di Jakarta, Jumat (8/5).

Menurut Nusron, tidak benar kalau pelatihan prakerja hanya dinikmati platform digital besar. Karena sebagian besar justru dinikmati pembuat modul, konten, dan lembaga pelatihan termasuk SMK berbasis ponpes.

“Siapa bilang Kartu Prakerja hanya dinikmati segelintir platform digital. Buktinya SMK ponpes sekolah kejuruan dan vokasi. Kuncinya harus punya produk. Justru pengelola SMK merasa terbantu, karena ada yang membantu kurasi. Sehingga lebih mendekati ke dunia industri secara lebih nyata,” imbuhnya.

Bagikan berita ini:
7
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar