Klaster Kapurung Semakin Liar, Warga Bajo Ikut Tertular

  • Bagikan

“Ada 15 yang positif berdasarkan rapid test. Tetapi untuk kepastiannya kita menunggu hasil swab. Sebab besar kemungkinan hasil rapid dan swab-nya berbeda, misal dari 15 orang yang positif Rapid Test, 4 di antaranya telah dinyatakan negatif, artinya tidak terpapar Covid-19. Sementara yang lain kita tunggu hasil swab-nya,” ujar Daud Mustakim.

Lebih lanjut Daud mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan para kertua tim gugus tugas didesa (Kepala Desa) untuk melakukan secara ketat proses karantina mandiri kepada 8 orang warga asal kecamatan Bajo tersebut demi menghindati potensi penyebaran virus corona di wilayah tersebut.

Kebijakan selanjutnya terhadap 15 warga Bajo ini diserahkan ke Satgas Corona. Mereka saat ini masih diisolasi di rumah. Sebab, tidak ada keluhan dari 15 orang tersebut. Lanjut dr Daud, dari 15 orang tersebut, 4 diantaranya hasil swab-nya tercatat negatif.

“Kami minta tegakkan karantina mandiri. Satgas desa dan kecamatan harus menjaga ketat mereka. mereka kita tidak lakukan isolasi karena yang bersangkutan tidak ada gejala apa-apa.

Memang pasien AA yang menjadi kluster kapurung Parepare ini sempat pulang kampung ke Bajo, dan ia banyak bersentuhan dengan para kerabatnya. Nah para kerabatnya ini kita lakukan pemeriksaan melalui Rapid Test, sehingga perlu dilanjutkan ke proses swab,” kata Daud.

Informasi yang dihimpun Harian Palopo Pos (grup FAJAR), hingga saat ini pihak RSUD Batara Guru sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 63 kasus yang berkaitan dengan wabah pandemi Covid-19. Dari jumlah itu, ada 4 pasien yang harus di isolasi atau di opname di RSUD Batara Guru Belopa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan