Klaster Kapurung Semakin Liar, Warga Bajo Ikut Tertular

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Penyebaran virus corona kian liar. Tadinya hanya dibawa satu orang yang baru pulang dari daerah transmisi lokal. Lalu, mengadakan acara dengan mengumpulkan keluarga besar dengan dalih syukuran menyambut bulan suci Ramadan.

Hanya saja, acara syukuran tersebut berubah menjadi kabar sedih, lantaran ternyata diikuti dengan penyebaran virus yang mematikan ratusan hingga ribuan orang saat ini.

Inilah yang terjadi di Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, saat ini. Itu setelah satu keluarga di Kecamatan Bajo dinyatakan positif terinfeksi Corona. Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Luwu terus melakukan tracing (penelusuran) kontak terhadap siapa saja yang hadir saat acara makan kapurung (makanan khas daerah Tana Luwu berbahan dasar sagu).

Ternyata data terbaru, tim menemukan sebanyak 15 orang warga Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu dinyatakan reaktif Covid-19. Ini sesuai hasil Rapid Test yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa.

"Kita telah melakukan rapid tes terhadap 15 orang keluarga ABJ yang positif corona setelah makan kapurung di Parepare. Hasilnya semua positif,” kata Direktur RSUD Batara Guru Belopa, dr Daud Mustakim, Jumat (8/5/2020).

Kebijakan selanjutnya terhadap 15 warga Bajo ini diserahkan ke Satgas Corona. Mereka saat ini masih diisolasi di rumah. Sebab, tidak ada keluhan dari 15 orang tersebut.

Lanjut dr Daud, dari 15 orang tersebut, 4 di antaranya hasil swab-nya tercatat negatif.

Mereka adalah kedua orang tua positif klaster kapurung, dan dua orang saudara lainnya.

“Ada 15 yang positif berdasarkan rapid test. Tetapi untuk kepastiannya kita menunggu hasil swab. Sebab besar kemungkinan hasil rapid dan swab-nya berbeda, misal dari 15 orang yang positif Rapid Test, 4 di antaranya telah dinyatakan negatif, artinya tidak terpapar Covid-19. Sementara yang lain kita tunggu hasil swab-nya,” ujar Daud Mustakim.

Lebih lanjut Daud mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan para kertua tim gugus tugas didesa (Kepala Desa) untuk melakukan secara ketat proses karantina mandiri kepada 8 orang warga asal kecamatan Bajo tersebut demi menghindati potensi penyebaran virus corona di wilayah tersebut.

Kebijakan selanjutnya terhadap 15 warga Bajo ini diserahkan ke Satgas Corona. Mereka saat ini masih diisolasi di rumah. Sebab, tidak ada keluhan dari 15 orang tersebut. Lanjut dr Daud, dari 15 orang tersebut, 4 diantaranya hasil swab-nya tercatat negatif.

“Kami minta tegakkan karantina mandiri. Satgas desa dan kecamatan harus menjaga ketat mereka. mereka kita tidak lakukan isolasi karena yang bersangkutan tidak ada gejala apa-apa.

Memang pasien AA yang menjadi kluster kapurung Parepare ini sempat pulang kampung ke Bajo, dan ia banyak bersentuhan dengan para kerabatnya. Nah para kerabatnya ini kita lakukan pemeriksaan melalui Rapid Test, sehingga perlu dilanjutkan ke proses swab,” kata Daud.

Informasi yang dihimpun Harian Palopo Pos (grup FAJAR), hingga saat ini pihak RSUD Batara Guru sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 63 kasus yang berkaitan dengan wabah pandemi Covid-19. Dari jumlah itu, ada 4 pasien yang harus di isolasi atau di opname di RSUD Batara Guru Belopa.

Ke empat pasien itu yaitu, YR dan Mr keduanya dua orang santri asal Tamboro beralamat Kecamatan Bua, yang sudah dirawat sejak 17 April lalu. Mereka akan menjalani proses swab ketiga kalinya. Jika hasilnya negatif, maka dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang.

Kemudian pasien berinisial I (26) asal Desa Balubu. Pasien ini baru masuk 4 Mei 2020 lalu dan menunggu hasil swab. Kemudian pasien berinisal S (45) beralamat Desa Jambu, Kecamatan Bajo yang diopname sejak 5 Mei 2020.

Pasien S ini juga sudah di-rapid test dan dinyatakan positif, dan saat ini menunggu hasil swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. (palopo pos)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan