Infografis

Moda Transfortasi Mulai Beroperasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-Perusahaan Otobus (PO) sudah dapat lampu hijau. Sudah bisa kembali melayani penumpang ke daerah.

Sebetulnya, bukan cuma bus. Semua moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, sudah kembali beroperasi. Hanya saja, khusus di Sulsel angkutan otobus paling populer digunakan untuk lintas wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadishub Sulsel Muh Arafah mengatakan ada kebijakan baru terkait modal transportasi yang diperbolehkan lagi beroperasi. Namun, tentu ada syarat yang diatur. Ini sudah disampaikan Kemenhub.

“Jadi berlaku untuk semua moda transportasi. Namun, sekali lagi bukan untuk tujuan mudik,” ungkapnya kepada FAJAR, Jumat, 8 Mei.

Termasuk perusahaan otobus (PO) di Sulsel yang sempat dilarang beroperasi, kini diperbolehkan lagi. Ada aturan ketat harus mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Misalnya, itu murni untuk tujuan bisnis harus ada surat dari perusahaan.

“Ada keterangan perjalanan bisnis ke mana dan berapa lama. Juga ada surat bebas Covid-19 dari RS atau Diskes. Artinya, sudah pernah rapid atau uji swab dan sebagainya,” bebernya.

Jadi memang ada kriterianya diatur. Pelonggaran tersebut ditujukan kepada orang yang bekerja pada pelayanan bidang pertahanan, keamanan dan ketertiban umum seperti kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, fungsi ekonomi, percepatan penanganan Covid-19.

“Juga misalnya bila mendesak kembali ke daerah asal karena ada keluarga meninggal. Ada pelonggaran. Termasuk bus yang khusus membawa sembako atau logistik juga boleh,” tuturnya.

Pelonggaran ini ada, namun pelaksanannya akak diperketat. Pihaknya akan melakukan pemantauan di setiap terminal nanti. Tidak boleh pelonggaran ini dimanfaatkan untuk kepentingan mudik.

“Kita akan pantau pelaksanaannya di lapangan. Kalau tidak ada surat keterangan seperti kriteria yang diperbolehkan Kemenhub, ya tidak boleh memakai jasa angkutan umum,” tukasnya.

Operasi Bandara

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas) Makassar juga kembali akan melayani penerbangan komersial bagi orang yang akan melakukan perjalanan udara.

Penumpang yang dilayani juga terbatas sesuai aturan. Yakni, mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020. Kini Sulhas sedang menyiapkan posko terpadu di area lobi keberangkatan.

General Manager PT Angkasa Pura I, Wahyudi mengatakan mulai hari ini, sudah ada satu penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia. Disusul Lion Air hari berikutnya.

“Baru ada dua maskapai yang mengajukan slot penerbangan ke pihak kami dengan rute yang masih dominan sementara ini masih tujuan Jakarta,” ungkapnya.

Di posko terpadu nanti, akan ada tenaga medis mengecek kesehatan calon penumpang. Juga petugas lain yang mengecek administrasi dari instansi atau dari kantor mereka.

Kemarin, meski layanan penerbangan komersial belum beroperasi, sejumlah calon penumpang sudah mulai berdatangan ke konter-konter maskapai untuk memastikan jadwal penerbangan. Sebagian besar warga dari luar Sulsel.

Mereka memiliki pekerjaan sementara di Makassar, namun tidak bisa ke mana-mana setelah akses transportasi laut dan udara ditiadakan sejak dua pekan lalu.
Mereka juga ingin memastikan syarat bisa terbang.

Setengah Hati

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Selsel Didi L Manaba menilai pemberian izin maskapai untuk kembali beroperasi tidak memengaruhi pariwisata apa pun. Pemerintah dinilai setengah hati.

Menurutnya, aturan ini dipenuhi dengan persyaratan yang sulit dipenuhi. Seharusnya, jika memang ditutup, ya ditutup. Jangan ada pengecualian. “Sebab Indonesia kita ini adalah negara kepulauan yang sangat tergantung pada transportasi udara,” katanya.

Sehingga, bisa jadi akan ada oknum yang bisa memanfaatkan untuk mudik dengan pelbagai cara. Seperti alasan bisnis dengan modal izin yang dibuat-buat. Bisa juga muncul rasa cemburu dari masyarakat karena ada yang dapat izin dan tidak.
“Orang itu kan bisa menetapkan. Jangan sampai ada manfaatkan,” katanya.

Sehingga menurutnya, seharusnya pemerintah konsiseten menutup. Supaya wabah cepat berlalu dan dibuka umum kembali. “Jika begini hanya memperlambat,” katanya.

Emiten Maskapai

Diizinkannya maskapai untuk kembali beroperasi membuat nilai sahamnya kembali mengudara. Sebetulnya, selama sepekan ini kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lumayan fluktuatif. Endingnya pada sesi penutupan perdagangan hari ini, tercatat turun 11,36 poin atau 0,25 persen.

Terdata dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 181 menghijau, 210 memerah dan 156 lainnya berjalan stagnan. Yang menarik, emiten PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melenting 19,42 persen.

Efek pembatasan sosial membuat pemerintah sejak 24 April lalu menghentikan sejenak beroperasinya moda transportasi udara. Termasuk maskapai nasional Garuda Indonesia. Namun, larangan tersebut kini telah dicabut.

Branch Manager PT Trimegah Securities Tbk, Carlo E.F Coutier, menerangkan, di kalangan investor memang ada kecenderungan untuk menilai saham-saham dari BUMN layak untuk dikoleksi.

“Di masa krisis atau resesi, kerap perusahaan BUMN bisa lebih tahan dari pada perusahaan swasta,” katanya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan pihaknya kini kembali melayani operasional penerbangan sebagai tindak lanjut kebijakan pengendalian transportasi selama Ramadan dan Idulfitri.

“Kembali dioperasikannya layanan penerbangan domestik ini kami lakukan berdasarkan komunikasi intensif bersama pemerintah dan otoritas terkait lainnya,” tutupnya. (*)

  • REPORTER: TAUFIK-ADE-MUHLIS-ARINI
  • EDITOR: AMRULLAH B GANI-RIDWAN MARZUKI
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...