Ini Penjelasan Kepala RS Bhayangkara soal Anggota yang Meninggal Berstatus PDP

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE -- Warga Kecamatan Patimpeng, Muh Sulaeman meninggal. Anggota Satuan Shabara Polres Bone berpangkat Bripda. Berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Dikebumikan di Macanda Gowa.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Makassar, dr Kombes Pol Farid Amansyah Sp PD mengatakan, berdasarkan informasi dari keluarga, almarhum lima hari sebelum masuk rumah sakit sudah mengalami kejang-kejang dan demam.

"Saat perawatan dilakukan pemeriksaan CT scan didapati pneumonia atau radang paru-paru karena virus," katanya Minggu (10/5/2020)

Kata dia, karena almarhum mengalami kejang-kejang dengan interval hanya beberapa menit, ia menduga penyebab meninggalnya karena radang otak akibat virus yang menyebar dari radang paru-parunya.

Namun perwira berpangkat tiga melati itu mengaku, saat ini gejala Covid-19 pada orang muda dan dewasa sangat variatif dan tidak khas. Penanganan menjadi sulit, apabila berkomplikasi ke kegagalan multi organ seperti otak.

"Untuk memastikan almarhum meninggal dunia karena Covid-19 tinggal menunggu hasil swab. Sampel swab telah diambil," jelasnya.

Sementara Juru Bicara Tim Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC-19) Bone, dr Yusuf menyampaikan almarhum sempat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Patimpeng kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara pada Jumat, 8 Mei

Saat ini pihaknya telah menginstruksikan keluarga dan semua orang yang pernah kontak untuk melakukan isolasi mandiri.

"Kami telah anjurkan keluarga di Desa Massila, Kecamatan Patimpeng untuk isolasi mandiri. Begitu juga dengan anggota kepolisian dan Satpol-PP yang selama ini bertugas di posko perbatasan untuk menjalani isolasi mandiri," ucapnya. (agung/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan