Infografis

Makassar Pusat Wisata Covid-19

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Program “Wisata Covid-19” dianggap langkah humanis. Memperlakukan pasien dengan sangat baik, layaknya berwisata.

APALAGI, Pemprov Sulsel berhasrat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tuntas bulan ini. Makanya, program Wisata Covid-19 ini digagas. Kota Makassar dijadikan pusat penanganan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan penanganan Covid-19 ini butuh kerja keras dan sinergi. Disebutnya, saat ini belum ada vaksin dan belum ada obat Covid-19. Sehingga salah satu cara penanganan dengan meningkatkan imunitas.

“Kita fokus program ini. Makanya kita bikin program wisata Covid-19,” ungkapnya, Minggu, 10 Mei.

Lewat program ini, penanganan Covid-19 akan lebih humanis dan manusiawi. Terjangkit Covid-19 bukanlah aib. Termasuk untuk penanganan pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Menu di rumah sakit kita intervensi. Makanan mesti bergizi. Makanya kita pakai pola makanan katering,” bebernya.

Khusus program Wisata Covid-19, pihaknya fokus pada orang tanpa gejala (OTG) positif dan orang dalam pemantauan (ODP) yang pernah kontak dengan pasien positif. Mereka akan diinapkan di hotel dengan program khusus.

“Dibuatkan kegiatan. Seperti berjemur, berolahraga. Kemudian ada ceramah agama. Alhamdulillah, ada yang hari keempat hasil (uji) swab-nya sudah negatif,” sebut Nurdin.

Diakui Nurdin, peserta program ini awalnya cukup minim. Namun, belakangan setelah peserta banyak sembuh, makin banyak peminat. Pihaknya bahkan sudah meminta agar daerah-daerah mengirim OTG dan ODP ke Makassar.

“Kirim ke Makassar yang jadi pusat penanganan. Kita akan tangani lewat program ini. Sudah ada 127 orang yang sembuh lewat program ini. Dan mereka balik ke daerahnya akan jadi edukator. Kita juga apresiasi gugus di daerah yang tidak berhenti melakukan tracing,” tuturnya.

Bila OTG dan ODP mengikuti program ini, maka pandemi ini bisa segera selesai. Makanya dia meminta kerja sama kabupaten/kota. Beberapa daerah sudah mengirim OTG dan ODP ke Makassar seperti Lutra, Enrekang, Maros, dan Luwu Timur. Terutama yang Klaster Santri Jatim.

“Kalau semua sadar dan sinergi ini bisa cepat usai. Impian kita akhir Mei bisa deklarasi sebagai provinsi pertama yang bebas Covid-19. Hari ini ada sekitar 50 mahasiswa asal Arab Saudi lagi masuk program ini,” jelasnya.

Bangkitkan Hotel

Nurdin menyebut program ini juga menghidupkan sejumlah bisnis yang mati suri. Salah satunya menghidupkan perhotelan yang selama ini banyak tutup akibat terdampak pandemi. Pihaknya mencatat ada 100 hotel tutup.

“Kenapa pilih hotel karena OTG dan ODP ini sebenarnya sehat. Nah, kalau langsung ke RS, bisa saja makin stres dan imunnya turun. Jadi dengan program ini lebih efektif,” tuturnya.

Baca Juga: Mudik Masih Jadi Anacaman Nyata

Melalui program ini, pihaknya kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Tarif yang diberikan sangat murah. Bahkan separuh dari harga biasanya dengan sudah menikmati fasilitas breakfast.

“Ada Rp250 ribu atau Rp300 ribu. Kita juga hidupkan katering di sekitar hotel. Katering ini tentu didampingi para ahli gizi. UKM juga hidup karena ada camilan yang setiap hari disiapkan di kamar hotel,” tuturnya.

Pihaknya juga bersyukur karena semua unsur bergerak menangani Covid-19. Semua forkopimda ikut turun. Termasuk dengan membentuk dapur umum. Membagikan paket sembako bahkan ikut turun melakukan imbauan ke masyarakat.

“Pangdam, Kapolda, Pangkoopsau, dan forkopimda lain turun. Mereka semua ikut bergerak. Jadi beban terasa ringan. Jadi bukan anggaran besar yang memutus Covid-19 ini. Namun, sinergi juga disiplin dan kesadaran warga,” jelasnya. (FAJAR)

REPORTER: TAUFIK-SYAEFUL-ARINI
EDITOR: AMRULLAH B GANI-RIDWAN MARZUKI
Editor : Redaksi

Comment

Loading...