Restrukturisasi Sudah Rp4,86 Triliun, Jangkau 68.230 Debitur

Senin, 11 Mei 2020 15:02

KAWASAN BANDARA Kondisi sepi di underpass arah Maros ke Makassar, Minggu, 10 Mei 2020. (Tawakkal/FAJAR)

Pelaksanaan restrukturisasi atau keringanan kredit masih terus berjalan. Sejauh ini di Sulsel, telah diberikan kepada 68.230 debitur dengan nilai keringanan Rp4,86 triliun.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Kebijakan tersebut sudah dilaksanakan 25 perbankan kepada 22,583 debitur dengan baki debet Rp3,48 triliun. Lalu 43 perusahaan pembiayaan kepada 45.737 debitur dengan baki debet Rp1,38 Triliun.

“Ini akan terus bertambah seiring proses pengajuan oleh debitur dan persetujuan restrukturisasinya,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), Moh Nurdin Subandi, Minggu, 10 Mei.

Nurdin menjelaskan, OJK secara rutin memantau pelaksanaan restrukturisasi terhadap debitur terdampak Covid-19 di perbankan dan perusahaan pembiayaan. “Kami harap penerapannya bisa dijalankan sesuai harapan. Bagi debitur yang memiliki kendala dapat menghubungi kami (OJK) untuk kiranya bisa difasilitasi,” imbuhnya.

Penyaluran restrukturisasi kredit terbanyak saat ini diberikan oleh Bank BRI kepada 14.082 debitur dengan nilai restruk sebesar Rp972,51 miliar. Lalu ada Bank BNI kepada 4.196 debitur dengan nilai Rp664,77 miliar, dan Bank Sulselbar kepada 1.240 debitur dengan nilai restruk Rp236,77 miliar.

Kepala BRI Kantor Wilayah Makassar, Presley Hutabarat mengatakan, BRI melakukan pengelompokkan debitur dari berbagai segmen yang terdampak. Mulai dari segmen mikro, kecil, konsumer, hingga segmen korporasi.

“Kita benar-benar seleksi untuk melakukan penilaian nasabah yang kira-kira layak untuk direstrukturisasi,” katanya.

Bagikan berita ini:
2
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar