Tak Lockdown Karena Ganggu Ekonomi, Pengamat: Pemerintah Tak Mampu dan Sudah Menyerah

Senin, 11 Mei 2020 14:37

Luhut Binsar Panjaitan (Raka Denny/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia sampai saat ini belum ada rencana untuk melakukan lockdown atau isolasi wilayah untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Padahal, jumlah orang yang positif virus corona atau Covid-19 kian terus bertambah. Hingga kemarin (10/5), di wilayah Indonesia ada 14.032 kasus positif virus Corona, 2.698 orang sembuh, dan 973 orang dinyatakan meninggal dunia.

Mengenai hal ini, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara. Ia mengatakan, pemerintah tak akan melakukan lockdown jika vaksin virus corona belum ditemukan. Selain itu, akan menganggu pertumbuhan ekonomi, pengangguran, dan pasokan kebutuhan pokok.

“Lockdown yang berkepanjangan menginduksi biaya seperti penyusutan ekonomi, pengangguran dan gangguan rantai pasokan,” kata Luhut, kemarin (9/5).

Oleh karena itu, sebagai upaya penanganan pandemi corona pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Diakui Luhut, kebijakan lockdown bisa mengurangi angka kematina, namun jika belum ditemukan vaksin virus corona akan menambah masalah baru di kemudian hari. “Bahkan dengan jalur cepat, itu membutuhkan setidaknya satu tahun,” ujar Luhut.

Terpisah, ekonom IDEF Ariyo Irhamna menilai, pernyataan Menteri Luhut demikian menunjukkan pemerintah Indonesia tak mampu dalam mengatasi pandemi corona.

“Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa pemerintah tidak mampu mengatasi wabah ini dan menyerah. Padahal tidak sedikit masyarakat yg optimis dalam perang ini,” ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (10/5/2020).

Komentar