500 TKA Tiongkok, Istana Beber Alasan Perusahaan Butuh Tenaganya

Selasa, 12 Mei 2020 10:16

Juru Bicara Bidang Hukum Presiden Dini Purwono. Foto: Antara/Desca Lidya Natalia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Istana mengklaim bakal menahan tenaga kerja asing (TKA) masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini menyusul polemik masuknya ratusan tenaga kerja Tiongkok ke daerah tersebut.

Juru Bicara Bidang Hukum Kepresidenan Dini Purwono mengatakan, TKA baru akan diperbolehkan masuk kelak jika situasi membaik.

“Pemerintah bertekad memutus mata rantai penyebaran Covid-19 antara lain dengan membatasi arus kedatangan manusia dari luar. Kebijakan ini berlaku hingga situasi normal dan dinyatakan aman,” kata Dini dalam keterangan yang diterima pada Senin (11/5).

Dini mengklarifikasi isu kedatangan 500 TKA asal Tiongkok ke Sulawesi Tenggara.

Menurut dia, sejauh ini TKA asal Tiongkok itu belum tiba di Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan baru pada tahap menyetujui permintaan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang diajukan oleh dua perusahaan.

“Kalaupun kelak mereka datang, seluruh tenaga kerja asing tersebut akan diwajibkan mengikuti rangkaian tes dan protokol kesehatan untuk memastikan mereka bebas virus Covid-19,” jelas Dini.

Menurut informasi dari perusahaan di Sulawesi Tenggara, lanjut Dini, 500 TKA Tiongkok ini didatangkan karena mempunyai keahlian khusus menginstalasi pabrik pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter.

Penggunaan tenaga kerja dari luar ini terpaksa dilakukan oleh perusahaan, karena tenaga kerja lokal belum mempunyai keahlian dalam memasang instalasi.

Bagikan berita ini:
8
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar