82 Persen Kematian Covid-19 di Pulau Jawa, Ini Perintah Jokowi

Selasa, 12 Mei 2020 12:14

Presiden RI Joko Widodo-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengelar rapat terbatas dengan jajaran kabinetnya. Mereka membahasa mengenai evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Jokowi mengatakan, dari informasi yang ia terima 70 persen kasus positif orang yang terkena virus Korona atau Covid-19 ada di Pulau Jawa. Termasuk juga angka kematian terbanyak ada di Pulau Jawa.

“Berdasarkan data gugus tugas, 70 persen kasus positif itu ada di Pulau Jawa. 70 persen. Demikian juga dengan angka tertinggi kematian, 82 persen juga ada di Jawa,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5).

Karena itu, Presiden Jokowi meminta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk memastikan pengendalian virus Korona di lima provinsi di Pulau Jawa harus betul-betul dilakukan secara efektif.

“Terutama dalam waktu dua minggu ke depan ini. Kesempatan kita mungkin sampai lebaran ini harus betul-betul kita gunakan,” ungkapnya.

Jokowi juga mengatakan, sudah ada empat provinsi dan 72 kabupaten kota yang melaksanakan PSBB. Namun ada juga provinsi atau kota/kabupaten yang belum melaksanakan PSBB tetapi menggunakan cara lain yang menurutnya juga berhasil.

Lebih lanjut, mantan wali kota Solo itu meminta ingin ada sebuah evaluasi yang detail pada provinsi kabupaten dan kota mengenai data tren penambahan atau penurunan kasus setiap daerah baik yang melaksanakan PSBB atau tidak.

“Berdasarkan data kasus baru sebelum dilakukan PSBB dan sesudahnya, memang kalau kita lihat hasilnya bervariasi dan berbeda-beda setiap daerah. Ini memang pelaksanaannya dengan efektivitas yang berbeda-beda,” katanya.

Ada daerah yang penambahan kasus barunya mengalami penurunan secara gradual, konsisten, namun tidak drastis. Namun ada juga daerah yang penambahan kasusnya turun tetapi juga belum konsisten dan masih fluktuatif.

“Juga ada daerah yang penambahan kasusnya tidak mengalami perubahan seperti sebelum PSBB. Ini juga, hal-hal seperti ini perlu digaris bawahi ada apa, kenapa,” ungkapnya.

Jokowi juga menambahkan, bahwa dari 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak, hanya tiga provinsi yang berstatus PSBB yaitu DKI, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Sementara tujuh provinsi lainnya masih non-PSBB.

Karena itu, Jokowi ingin adanya evaluasi, baik provinsi kabupaten kota yang tidak memberlakukan PSBB tapi juga menjalankan kebijikan physical distancing, menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini harus dibandingkan yang PSBB dan yang non-PSBB. Karena memang ada inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat disesuaikan dengan konteks di daerah masing-masing,” pungkasnya. (jpc/fajar)

Komentar