Apindo: 60 Persen Perusahaan di Sulsel Tak Mampu Bayar THR

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengingatkan para pengusaha untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan kepada pegawai paling lambat H-7 lebaran.

Sebelumnya, Kemnaker juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor: M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19.

SE THR ini mendorong dialog untuk mencapai kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, bila ada pengusaha yang tak mampu membayar THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR Keagamaan.

Namun boleh menunda/mencicil pencairan THR melalui kesepakatan dengan pegawainya.

Sekretaris Apindo Sulsel, Yusran Ib Hernald menuturkan dampak Covid-19 terhadap dunia usaha begitu dahsyat. Situasi pandemi corona telah merontokkan ekonomi termasuk di Sulsel.

Peringatan Menaker Ida Fauziyah terkait THR tahun ini telah diatur dalam SE THR. Di Sulsel, beberapa pengusaha yang tidak terkena dampak Covid-19 mampu melakukan pembayaran THR.

"Beberapa pengusaha yang tidak terkena dampak Covid-19 sudah ada beberapa perusahaan melakukan pembayaran THR tapi beberapa perusahaan yang terkena imbas covid-19 akan menyesuaikan kondisi kemampuan usahanya," jelas Yusran Ib Hernald saat dihubungi fajar.co.id, Selasa (12/5/2020).

Ia membeberkan, sekitar 60 persen perusahaan di Sulsel tidak mampu membayar THR kepada pegawai pada Idul Fitri tahun 2020. Namun sesuai SE Kemenaker yang memberi kesempatan untuk dicicil atau ditunda pembayarannya, maka perusahaan tersebut tetap akan memenuhi tanggung jawabnya tahun ini juga.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...