Bu Risma: Kalau Sedang-sedang Saja, Kenapa Harus Rujuk ke RS Surabaya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ingin rumah sakit di wilayah itu hanya untuk warga asli Surabaya.

Dia tak rela, jika usahanya untuk terus meningkatkan kapasitas ruangan di rumah sakit milik Pemkot Surabaya, akhirnya digunakan untuk warga daerah lain.

Risma memastikan akan terus berusaha meminta warga asli Surabaya yang sudah mengalami gejala Covid-19 mau dirawat di rumah sakit.

Utamanya rumah sakit milik Pemkot Surabaya. Daripada nantinya malah digunakan oleh masyarakat luar Surabaya.

“Kami terus tekan, bagaimana agar pasien ini tetap di rumah sakit. Karena tadi saya sampaikan, jangan sampai kami tidak menggunakan, kemudian orang lain yang menggunakan,” tegas Risma.

Dia mengklaim jika kondisi saat ini, di rumah sakit milik Pemkot Surabaya ada banyak warga luar kota Surabaya yang dirawat.

Mayoritas dari pasien luar kota tersebut, langsung masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD).

“Kalau hitungan saya, sampai 50 persen (rumah sakit rujukan yang digunakan oleh pasien luar kota). Datangnya ke UGD. (Ada) di RS Soewandhie lalu RS BDH, (semua) datang ke UGD,” ucap Risma.

Perlu diketahui saat ini rumah sakit rujukan Pemkot Surabaya tengah mengalami kelebihan kapasitas pasien.

Oleh sebab itu, Risma pun menyayangkan, kepada kepala daerah yang langsung merujuk warganya rumah sakit di Surabaya.

  • Bagikan