Daging Babi Disulap Daging Sapi, Akmal Pasluddin: Mencederai Umat Islam

Selasa, 12 Mei 2020 15:31

ILUSTRASI. Pedagang daging sapi. (Jawa Pos Photo)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi pihak kepolisian Bandung yang telah mengungkap daging babi menyerupai daging sapi yang beredar di pasar.

Daging sapi palsu yang sebenarnya daging babi ini sudah beredar selama satu tahun, mesti menjadi perhatian keras pihak pemerintah bahwa aksi model seperti ini boleh jadi telah menyebar ke wilayah-wilayah Indonesia.

“Saya sangat menyayangkan model manipulasi produk pangan seperti ini. Selain melakukan penipuan, perilaku manipulasi daging babi menjadi daging sapi ini akan menciderai ideologi umat Islam. Inilah fungsi satgas pangan yang telah dibentuk, selain mencegah kartel, juga mencegah penipuan model begini,” ujar Akmal dalam keterangan persnya, Selasa (12/5/2020).

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini mengatakan memang saat ini daging sapi sedang langka. Awal tahun 2020 ini, kebutuhan impor daging sapi mencapai 300.000 ton untuk memenuhi permintaan daging nasional.

Namun kondisi wabah seperti ini, masyarakat dapat memahami untuk tidak memaksakan konsumsi daging sapi dan mengubahnya ke konsumsi daging ayam. Dengan kondisi daging ayam yang rusak harganya, akan ada solusi untuk masyarakat akan kebutuhan daging dan pelaku usaha ayam yang membaik harganya.

Namun kondisi kekurangan daging yang dimanfaatkan oleh segelintir pihak, mesti ditindaklanjuti secara serius untuk menyisir pasar-pasar di seluruh Indonesia agar tidak ada kejadian yang melakukan tindakan yang sama.

Bagikan berita ini:
4
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar