Bantah Cemari Sungai Malili, Ini Penjelasan Manajemen PT CLM

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, LUWU TIMUR--Kasus dugaan pencemaran lingkungan yang disinyalir disebabkan aktifitas pertambangan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) membuat air dSungai Malili keruh, Minggu (10/5/2020) mendapat perhatian pihak manajemen.

Direktur Eksternal PT Citra Lampia Mandiri (CLM), Ismail Ahmad melalui Kepala Teknik Tambang, Ahmad Surana Naf memberikan penjelasan terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dialamatkan kepada perusahaannya.

''Pemberitaan pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2020 di media online tersebut yang memperlihatkan kondisi Sungai Malili yang keruh, dapat kami pastikan kondisi tersebut bukanlah dari dampak aktifitas pertambangan yang kami lakukan,''kata Ahmad, Selasa (12/5/2020).
Sebelumnya pada tanggal 9 Mei 2020 terjadi hujan lebat yang mengguyur hampir semua wilayah Kabupaten Luwu Timur secara umum, intensitas hujan cukup tinggi sesuai dengan data dari BMKG Wilayah IV-Makassar.

Curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan salah satunya yakni meluapnya Sungai Togo yang berada di Desa Balambano, Kecamatan Wasponda, Kabupaten Luwu Timur yang merupakan aliran sungai yang mengarah ke DAS Sungai Malili.

Perlu diketahui bersama bahwa DAS Sungai Malili merupakan hilir DAS yang mempertemuan 2 DAS yakni DAS Larona yang hulunya berasal dari Kecamatan Nuha dan Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur dan DAS Pongkeru yang hulunya berasal dari Provensi Sulawesi Tenggara.

Selain itu, lanjut Ahmad, kondisi aktual pada saat pemantauan di lapangan tepatnya di dua aliran DAS tersebut kondisinya memang keruh.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan