Dugaan Korupsi di PDAM Makassar, Danny Pomanto Bilang Begini

Rabu, 13 Mei 2020 13:57

Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Adanya dugaan kerugian negara di tubuh PDAM, membuat mantan Wali Kota Makassar, Muh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP) ikut dipanggil sebagai saksi di Kejati Sulsel.

Kerugian itu dianggap sebagai dugaan korupsi senilai Rp31 miliar lebih. Saat ditanya awak media, Danny mengaku tidak tahu adanya kerugian di tubuh perusahaan plat merah tersebut.

“Saya tidak tahu. Kalau seandainya di BPK ada pidananya, pasti sudah melapor. Jadinya aneh kalau temuan BPK dilapor oleh orang lain. Ini kan ada hal yang bersifat administratif, jadi biar kita serahkan (ke Kejati Sulsel),” kata Danny Pomanto, Rabu (13/5/2020).

Dia juga membedakan soal istilah potensi dan kerugian yang masuk dalam laporan di Kejati, oleh Lembaga Besar Mahasiswa dan Pemuda (LB – AMP) Sulsel. Dalam laporan itu dijelaskan, BPK hanya merekomendasikan Danny Pomanto memerintahkan mantan direksi PDAM Kota Makassar untuk mengembalikan dana senilai Rp31 miliar lebih.

Moh Ramadhan Pomanto, saat duduk menunggu diperiksa di Kejakasaan Tinggi Sulsel.

“Jadi tugas saya merekomendasikan. Bukan bertanggungjawab. Jadi yang bilang begitu saya bisa tuntut dia,” tambahnya.

Namun dalam pemanggilan dirinya sebagai saksi atas dugaan korupsi mantan direksi PDAM Makassar, adalah langkah terbaik yang diambil dalam mengungkap kasus tersebut.

“Bagus seperti ini. Ada klarifikasi supaya terang benderang,” kata Danny yang mengenakan masker warna oranye.

Komentar