Haji 2020 Dibatalkan, Jadi Opsi Terburuk Kemenag

Ilustrasi ibadah haji

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan, skenario penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H/2020 M di tengah pandemi Covid-19, beserta potensi dampak-dampak yang mungkin timbul dan rencana mitigasinya.

Pihaknya sedang menyusun contingency plan terhadap penyelenggaraan haji tahun1441H/2020M. Salah satu tahapannya adalah dengan merancang skenario penyelenggaraan haji yang pelaksanaannya sudah semakin dekat.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, ada dua skenario yang disusun sebagai langkah antisipasi. Pertama, Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M dilaksanakan dengan pembatasan.

“Skenario ini mengasumsikan haji tetap diselenggarakan tapi dengan pembatasan kuota akibat situasi Tanah Suci yang masih berisiko kendati haji dapat dilaksanakan,” kata Zainut, Selasa (12/5).

“Kuota diperkirakan, terpangkas hingga 50% dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur social distancing,” sambungnya.

Menurut Zainut, skenario ini memaksa adanya penyeleksian lebih mendalam terhadap jemaah yang berhak berangkat tahun ini dan petugas yang sudah terpilih.

“Skenario ini menitikberatkan pada prioritas untuk menyesuaikan dengan terms dan conditions yang disepakati Misi Haji Indonesia dan pemerintah Arab Saudi,” terangnya.

Skenario kedua, kata Zainut, dengan kemungkinan besar haji 1441H/2020M tidak diselenggarakan. Skenario ini menggunakan asumsi, bahwa kondisi Tanah Suci belum memungkinkan untuk penyelenggaraan haji sebagaimana tahun-tahun biasanya.

“Atau, pemerintah Arab Saudi menutup pintu bagi jemaah haji dari negara mana pun,” ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...