Komunikasi Publik yang Sehat

Rabu, 13 Mei 2020 15:10

Dr Hasrullah-- dok pribadi

Oleh : Hasrullah

FAJAR.CO.ID– Satu hal yang wajib dipahami menyampaikan pesan secara baik adalah dengan menguasai teknik komunikasi yang sehat. Khususnya di ruang publik. Maka, saya cukup tertarik dengan testimoni M. Iqbal Sultan, Pakar Komunikasi Unhas, pada akun facebooknya dalam melihat krisis komunikasi yang dipertontonkan pelaku dan aktor pemerintahan. Pelaku komunikator politik dalam sepekan ini diwarnai komunikasi publik yang tidak terkendali dan dianggap meresahkan khalayak penerima.

 Kalimat esensial Iqbal yang ditawarkan kepada audience-nya via media sosial, menyatakan; Iklim Komunikasi Organisasi yang “sehat” tidak akan memberi ruang pada level pimpinan untuk saling berbantahan yang dimana akan membingungkan publiknya. Inti narasi cerdas Iqbal pada intinya dalam melakukan komunikasi publik dibutuhkan iklim komunikasi yang sehat.

 Sound bite (penekanan diksi) yang coba kita bangun sebaiknya menjalin komunikasi harmonis dengan siapa saja yang diajak dalam berkomunikasi. Tidak terkecuali, komunikasi antara pelaku komunikasi pada tingkat bawah sepantasnya menjalankan iklim komunikasi yang sehat. Jika ada pelaksana di lapangan terindikasi melakukan komunikasi kohesif, perlu dipelajari dan dicari tahu kenapa terjadi seperti itu.

 Langkah cek dan ricek menjadi penting agar pimpinan mendapatkan informasi yang jernih, objektif, dan berimbang. Jika pemimpin sudah mendapatkan informasi murni dan objektif serta dipercaya laporan itu netral barulah kita memberi komentar di publik.

Komentar