Komunikasi Publik yang Sehat

Rabu, 13 Mei 2020 15:10

Dr Hasrullah-- dok pribadi

Perlu diingat, sebagai orang materi etika berbicara di depan publik baik itu disampaikan di depan kelas mahasiswa dan peserta pelatihan public speaking, seorang pembicara yang baik tentu perlu memperhatikandua prinsip utama dalam komunikasi publik, yaitu; Respect (rasa hormat) dan Attention (perhatian). Jika prinsip ini kita lakukan, maka komunikasi sehat akan tercipta (understanding massage). Bukankah komunikasi antara bawahan dan pimpinan itu perlu dilakukan agar saling menghormati dan menghargai, apalagi kita berbicara di depan publik. Pengalaman leadership menunjukkan jika ada bawahan yang melakukan “kesalahan tindak di lapangan”, sebaiknya dipanggil baik-baik dan diberi “pencerahan” sehingga bawahan tidak dipermalukan di depan umum.

Begitu juga poin Attention (memberi perhatian). Biasanya pemimpin matang dengan berpengalaman, ketika menghadapi bawahan yang melakukan kesalahan, sebaik apa yang dikerjakan bawahan tidak sesuai dengan etika dan aturan sebaiknya diajak berkontemplasi bahwa ketikametode persuasi dan negoisasi mengalami jalan buntu, maka tindakan koersif dapat dilakukan sepanjang tidak melakukan kekerasan fisik. Ataukah pemimpin yang arief dan bijaksanakalau bawahan melakukan kesalahan,lebih baik  tanggungjawabnya diambil alih oleh pimpinan, untuk melindungi bawahan.

Komunikasi yang sehat kita lakukan dalam menjalankan pemerintahan, sepantasnya  memperhatikan etika komunikasi di depan publik. Dan, pengendalian diri berbicara perlu dijaga agar marwah sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di depan audiens. Bahkan yang muncul adalah  pujian yang itu disebut persepsi positif (pencitraan).

Komentar