Minta Anggaran Pertahanan Dipotong, Faisal Basri: Nuklir Tidak Bisa Melumat Virus

Rabu, 13 Mei 2020 15:03

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengungkapkan bahwa anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) seharusnya dipotong lebih besar untuk penanganan Covid-19. Pasalnya, di dalam kondisi seperti sekarang ini, semua negara berfokus untuk memerangi wabah virus, bukan perang sungguhan.

“Di kondisi ini, yang kita perangi adalah virus, tapi anggaran pertahanan dari Rp131 triliun menjadi Rp122 triliun ini luar biasa. Nuklir pun tidak bisa melumatkan virus, jadi anggaran pertahanan itu harus dipotong lebih besar,” ujar dia dalam diskusi online, Rabu (13/5).

Menurut Faisal, pemerintah harus sadar bahwa saat ini kondisi Indonesia sedang krisis, bukan hanya dari segi kesehatan, namun juga ekonomi. Adapun anggaran Kemenhan yang semula Rp131,182 triliun hanya berkurang Rp 8,734 triliun menjadi Rp 122,447 triliun. Menurutnya, itu bisa dipangkas lebih besar, yakni Rp 70 triliun.

“Kita betul-betul krisis, anggaran pertahanannya mungkin Rp 50 triliun, itu kita bisa dapet sekitar Rp 70-an triliun. Jangan ngutang dulu diperbanyak,” tegasnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di mana harusnya pemangkasan anggarannya lebih besar. Untuk diketahui, anggaran Kemen PUPR semula sebesar Rp 120,217 triliun diapngkas menjadi Rp 95,683 triliun atau hanya berkurang Rp 24,533 triliun.

Faisal menilai pemotongan lebih besar perlu dilakukan karenna saat ini banyak proyek yang berhenti pembangunannya akibat Covid-19.

Bagikan berita ini:
5
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar