PSBB Tak Efektif, Pemerintah Harus Pilih Ekonomi atau Penanggulangan Covid

Rabu, 13 Mei 2020 11:54

Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua yang dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar dinilai tak efektif.

Bukannya semakin patuh, justru semakin banyak toko toko non bahan pokok yang tetap buka dan tak menghiraukan Peraturan Walikota (Perwali).

Merespon hal tersebut, pengamat Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto, menilai harapan PSBB di tahap dua ini menjadi medium social engineering sulit tercapai.

Hal tersebut lantaran masih terjadinya perbedaan orientasi PSBB di internal pemerintah, baik aturan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Upaya menyeimbangkan kepentingan penanggulangan wabah dan penyelamatan ekonomi, membuat pemerintah dilematis. Situasi yang membuat kacaunya penegakan regulasi di tingkat lapangan,” kata Luhur, Rabu (13/5/2020).

Akibatnya, penegakan aturan yang keras dan tegas menimbulkan deterence effect (effect jera) pada pelaku usaha yang melanggar oleh aparat Satpol dan Badan Pelayanan Perizinan berakhir dengan anulir keputusan oleh institusi pemerintahan yang lebih otoritatif.

Lebih lanjut, kata Luhur menegakkan aturan secara konsisten akan sulit jika tidak ada kesamaan orientasi diseluruh tingkatan pemerintahan.

“Bagaimana mau menertibkan toko-toko non-pangan secara adil, kalau pemerintah juga berharap tetap terjadi pergerakan aktivitas ekonomi,” terangnya.

Bahkan, ia menilai ancaman meningkatnya jumlah pengangguran dan pertambahan warga miskin baru, sepertinya lebih menakutkan bagi pemerintah.

Bagikan berita ini:
6
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar