Rencana Mal Dibuka Lagi Dinilai Berisiko, Ini Penjelasan Guru Besar Unhas

Guru Besar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah menyiapkan skenario pembukaan kembali mal atau pusat perbelanjaan. Namun opsi ini dinilai sangat berisiko.

Guru Besar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi menuturkan Gubernur mestinya mengesampingkan dahulu persoalan ekonomi. Kata dia, saat ini semua sektor terdampak dari sisi ekonomi. Sehingga mestinya fokus dahulu untuk penuntasan pandemi Covid-19.

“Kalau mal dibuka, itu akan membuka peluang makin banyak orang terpapar. Bagaimanapun ketatnya protokol, pasti akan banyak dilanggar karena itu mengundang orang berkumpul,” bebernya.

Menurutnya, Covid-19 ini harus dipahami merupakan penyakit menular dan sangat riskan terjadi transmisi di keramaian. Selain itu, faktanya saat ini ada orang yang positif terjangkit namun tanpa gejala atau OTG yang rawan menjadi carrier.

“Meskipun mal siapkan thermal scanner akan sia-sia. Itu tidak akan terdeteksi karena suhu badannya seperti orang sehat. OTG ini yang rawan jadi penyebar kalau mal atau pusat perbelanjaan dibuka,” bebernya.

Selain itu, pembukaan mal menurutnya juga sebenarnya melanggar aturan PSBB. Pihaknya berharap kebijakan yang diambil pemerintah mestinya bisa fokus untuk mengefektifkan PSBB. Bukan malah membuka ruang makin banyak pelanggaran.

“Kita kan diimbau stay at home, physical distancing. Kalau mal dibuka lagi, itu akan berpotensi jadi penyebaran Covid-19. Kecuali bila pandemi ini sudah dipastikan usai, ya silahkan,” tandasnya.(fik/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar