Santri Temboro Sembuh dari Covid-19, Ini Pesan dan Harapan untuk Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2020 17:12

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, BONE — Selama 19 hari Arman harus menjalani isolasi di Swiss Belhotel Makassar. Tentu aktivitasnya terbatas dan harus diawasi okeh Gugus Tugas Provinsi Sulsel.

Santri Pesantren Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur itu, sejak divonis positif Covid-19 di Bandara Sultan Hasanuddin dia merasa biasa-biasa saja. Tidak ada ketakutan dan kecemasan berlebihan.

“Waktu dikatakan positif biasa-biasa saja soalnya saya sehat-sehat saja. Tidak ada gejala seperti flu, demam, sakit kepala saya rasa,” katanya saat di Posko Induk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bone di Jl Ahmad Yani Rabu (13/5/2020).

Kata dia, sebelum kembali ke Sulsel dia sempat ke Probolinggo selama 40 hari. Dan saat kembali lagi ke pondok waktu dites tidak apa-apa. Malah di bandara langsung positif. “Pas dinyatakan positif langsung dibawa ke hotel,” tambahnya.

Di hotel, tutur Arman, selama dikarantina aktivitasnya adalah mengaji, olahraga, salat lima waktu. Tim medis juga selalu memberikan vitamin dan madu. Dan, kepulangannya pun bisa diterima oleh seluruh masyarakat.

“Mudah-mudahan yang ada di Lamuru tidak menghindar. Tetap seperti biasanya,” harap Arman.

Dia juga menyampaikan pesannya kepada seluruh masyarakat, terkhusus yang masih diisolasi untuk selalu berpikir positif dan jangan lupakan ibadah. “Tetap semangat dan selalu berpikir yang baik-baik. Jangan terlalu dipikirkan. Karena kalau dipikirkan akan menjadi sangat buruk,” pesannya.

Bagikan berita ini:
8
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar