THR ASN Belum Ada Kejelasan

ILUSTRASI. THR ASN Belum Ada Kejelasan

FAJAR.CO.ID,TULUNGAGUNG–Para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kabupaten Tulungagung sepertinya masih harus bersabar menanti kepastian pencairan tunjangan hari raya (THR). Sebab, hingga kini Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung masih menunggu kepastian regulasi dari pusat mengenai pemberian hak keuangan bagi ASN.

“Akhir-akhir ini memang ramai beredar info mengenai THR, tapi sampai sekarang belum ada keputusan atau aturan resmi terkait itu (pencairan THR, Red),” jelas Plt Kepala BPKAD Tulungagung Chidmadyantoro.

Chidmad mengatakan, wajar jika kini persoalan THR belum ada kepastian. Sebab, baik pemerintah pusat maupun daerah sedang fokus pada penanganan Covid-19. Pandemi ini memang berdampak besar pada berbagai sektor, termasuk kesehatan dan sosial ekonomi.

Dari berbagai informasi yang berembus, THR akan dibagikan paling cepat 10 hari sebelum Hari Raya. Namun, hingga kini belum ada peraturan resmi terkait regulasi pencairan.

Disinggung mengenai komponen THR, Chidmad mengatakan jika setiap tahunnya komponen THR tidak tentu. Namun jika berkaca pada penerimaan tahun sebelumnya, THR berisi gaji pokok dan sejumlah tunjangan. Selain itu, tahun lalu ada kebijakan pembebasan pajak penghasilan. Artinya, pajak penghasilan ASN dibebankan kepada daerah untuk pembayarannya. Sedikitnya dibutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp 40 miliar hingga Rp 48 miliar untuk kepentingan tersebut.

Chidmad menambahkan, nilai itu adalah besaran gaji yang harus dibayarkan tiap bulan untuk seluruh ASN dan pejabat negara di Kabupaten Tulungagung. Ini meliputi gaji pokok hingga tunjangan-tunjangan yang melekat pada jabatan pegawai. “Untuk menghitung THR, biasanya mengacu pada hitungan gaji dua bulan sebelumnya. Artinya, gaji Maret, nominalnya kurang lebih secara global seperti itu,” terangnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...