225 Ribu Ha Lahan Baru Disiapkan untuk Waspadai Krisis Pangan

Kamis, 14 Mei 2020 11:48

Ilustrasi petani tengah menyiapkan bibit padi untuk dutanam di lahan persawahan (Istimewa)

FAJAR.CO.ID– Pemerintah berencana untuk membuka lahan persawahan baru. Hal ini untuk mengantisipasi peringatan dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat pandemi Covid-19.

Untuk itu, pemerintah akan melakukan case study di wilayah yang sudah ditentukan dalam waktu 3 (tiga) minggu ke depan. Adapun luas lahan sawah yang berpotensi dikembangkan kira-kira lebih dari 255 ribu hektare (ha) yang berada di Kalimantan Tengah.

“Namun, fokus dalam 3 minggu ke depan adalah lahan sebesar 164.598 ha, yang mana dari jumlah tersebut yang sudah punya jaringan irigasi adalah sebesar 85.456 ha, dan ada sekitar 57.195 ha yang sudah dilakukan penanaman padi selama ini oleh keluarga transmigran di sana, dan juga ada potensi ekstensifikasi sebesar 79.142 ha,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Kamis (14/5).

Kajian yang akan dilakukan pada lahan tersebut adalah Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), kemudian akan dilaksanakan juga review Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan tanah (IP4T). Termasuk kajian ketersediaan tenaga kerja di lokasi tersebut.

Melanjutkan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menambahkan bahwa pihaknya sudah siap untuk menjalankan proses kajian selama 3 minggu ke depan itu. Setelah dikaji, Kementerian Pertanian (Kementan) pun sudah siap menangani pengembangan lahan tersebut, khususnya lahan rawan gambut seluas 164 ribu ha.

Bagikan berita ini:
9
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar