225 Ribu Ha Lahan Baru Disiapkan untuk Waspadai Krisis Pangan

Kamis, 14 Mei 2020 11:48

Ilustrasi petani tengah menyiapkan bibit padi untuk dutanam di lahan persawahan (Istimewa)

“Dalam tahap pertama di 2020, kami akan berkonsentrasi pada (lahan seluas) 164 ribu ha dulu, karena penanganan di lahan rawa itu dibutuhkan extra power. Ini tidak seperti lahan sawah di Jawa atau dataran rendah atau gunung, dia membutuhkan perhatian khusus. Hal ini dilakukan sambil menunggu pematangan lahan yang sebesar 250-300 ribu ha yang masih berpotensi untuk dikembangkan,” ujarnya.

Dalam pengembangan lahan tersebut, kata dia, harus diperhatikan juga masalah kepemilikan lahan dan ketersediaan sumber daya manusianya, yaitu para petani yang akan mengolahnya. Menurutnya, untuk lahan seluas satu ha dibutuhkan minimal 2 sampai 3 petani, sehingga untuk lahan seluas 100 ribu ha, harus ada sekitar 300 ribu petani yang dimukimkan di sana.

“Belajar dari kegagalan yang lalu adalah kita kekurangan petani di situ, sehingga setelah selesai serbuan tanah, satu musim ditinggalkan oleh petaninya, jadi lahan itu tertinggal lagi. Maka itu, kami berharap di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian, kita akan mempersiapkan dengan lebih matang, dan juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” terangnya.

Selain rencana membuka lahan persawahan baru tersebut, tak lupa pemerintah juga selalu mengontrol ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pangan pokok, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020.

Bagikan berita ini:
9
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar