Bocah 12 Tahun Diculik Pria Pedofil Sejak Usia 8 Tahun, Dieksploitasi Ekonomi dan Seksual

Kamis, 14 Mei 2020 10:28

Ilustrasi penculikan anak

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Seorang pelaku pedofil yang juga penculik anak ditangkap aparat kepolisian. Tersangka menculik korban untuk dieksploitasi secara ekonomi dan seksual.

Adalah JP, pelaku kasus pedofil dan penculikan anak. Lelaki 48 tahun itu ditangkap aparat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, JP ditangkap saat menyamar sebagai sopir tembak di wilayah Sentra Grosir Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5). Pelaku ditangkap setelah sebelumnya terlacak berkat unggahan korban penculikan di media sosial.

“Saat diringkus, penyidik Bareskrim juga menemukan dua anak korban penculikan, yakni RTH alias GPSNC (anak perempuan 12 tahun) dan JNF (13) di rumah kontrakan di jalan depan Sentra Grosir Cikarang Bekasi,” kata Ahmad Ramadhan, Rabu (13/5).

Dijelaskan Ramadhan, modus operandi yang dilakukan JP dengan berpura-pura mengajak korban yakni RTH dengan dalih mencari anaknya. JP memperalat RTH untuk mencari korban-korban baru.

Selanjutnya, kata Ramadhan, korban diajak berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan angkot. korban juga dijanjikan diberi motor.

“Motif dari kejahatan ini adalah menggunakan anak untuk dieksploitasi secara ekonomi, diajak mengemis dan mengamen serta dieksploitasi secara seksual,” terang Ramadhan.

Dijelaskan Ramadhan, selama buron, JP alias AS tinggal berpindah-pindah bersama RTH dan JNF.

“Selalu berpindah kontrakan rumah, masjid dan SPBU untuk menumpang mandi dan tidur serta menghindari kejaran polisi,” jelasnya.

Mirisnya, RTH yang kini berusia 12 tahun telah diculik pelaku sejak berumur delapan tahun. RTH diculik dari wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan JNF diculik sejak 11 April 2020 dari wilayah Cilangkap Cipayung, Jakarta Timur.

“Mirisnya, tidak hanya menculik, pelaku juga pernah mencabuli anak tetangga kontrakannya di daerah Bekasi Selatan,” terangnya.

Terungkapnya kasus penculikan ini, berawal dari laporan orangtua JNF di Polsek Cipayung pada 15 April 2020. Kemudian Polres Metro Jakarta Timur meminta bantuan penyelidikan dan penelusuran Siber Bareskrim Polri.

Saat ditangkap, selain dua anak korban penculikan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yakni dua sepeda motor, dua helm Gojek, dua pelat nomor palsu kendaraan roda dua dan satu jaket Gojek.

Lebih lanjut, ?penyidik bakal melakukan pemeriksaan visum pada kedua korban, pendampingan psikologi anak serta dilakukan rapid test.

“Kini kedua korban sudah dikembalikan ke orangtua masing-masing,” kata Ramadhan.

Ditambahkan Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol bocah berusia 12 tahun itu selama disekap telah dicabuli berulang kali. Pelaku diketahui selalu berpindah tempat untuk menghilangkan jejak dari kepolisian.

“Menurut pengakuan tersangka sudah dicabuli,” kata Reinhard.

Dikatakannya juga, selama ini pelaku sudah beberapa lagi melakukan percobaan penculikan. Namun, berhasil digagalkan warga.

“Ada beberapa percobaan tapi keburu ketahuan orangtua korban, terdeteksi ada 2 yang gagal,” ujarnya.

Reinhard juga mengatakan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terkait korban kasus ini.

“Kita kerjasama dengan Kementerian akan melakukan pembimbingan psikologis terhadap anak dan penyidikan akan kami laksanakan. Bimbingan tersebut untuk memastikan agar anak-anak yang menjadi korban tak terganggu psikologisnya,” kata Reinhard.

Dia juga meminta agar setiap orangtua memerhatikan anak-anaknya saat di rumah. Dan jangan mudah percaya dengan orang baru dikenal.

Selain itu orangtua juga diminta untuk selalu memperhatikan anak-anak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya medsos menjadi salah satu peluang pelaku untuk mengambil keuntungan.

“Kami imbau orang tua memperhatikan anak dalam bermedsos karena dari postingan itu anak-anak menjadi rentan terhadap target pelaku kejahatan anak atau pedofil ini. Tolong di perhatikan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka JP dijerat dengan Pasal 332 KUHP dan Pasal 76 e juncto Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“JP melakukan tindak pidana membawa pergi perempuan yang belum dewasa tanpa izin orang tua atau wali dan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak,” ujarnya.(gw/fin/fajar)

Bagikan berita ini:
3
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar