Di Gorontalo, Tak Hanya Pendatang, Uang Tunai pun Dikarantina Sebelum Diedarkan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, GORONTALO – Untuk mendukung penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran kepada masyarakat menjelang Idulfitri, Bank Indonesia menyusun strategi secara internal dan eskternal.

Secara internal, Bank Indonesia melakukan penyediaan uang sebanyak Rp343 Miliar yang layak edar dan higienis untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan.

Mereka juga melakukan menyemprot disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memerhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang.

Selain itu juga melakukan pendistribusian uang secara tepat di tengah keterbatasan moda transportasi kepada kas titipan Bank Indonesia agar memiliki kecukupan persediaan uang secara nominal dan per pecahan.

Dengan pihak eksternal, Bank Indonesia telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat, menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan dan pihak lain sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh uang, dan memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang yang memerhatikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Tempat penukaran uang untuk masyarakat terletak di 36 loket, yang terdiri dari 35 loket bank seluruh kota dan kabupaten dan 1 loket melalui pihak lain, PT Pegadaian Syariah cabang Gorontalo terhitung mulai dari 29 April hingga 20 Mei 2020,” kata Budi Widihartanto, Kepala Perwakilan bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Kamis (14/5/2020)

  • Bagikan