Imam Tarawih Positif Covid-19, Ini Nasib Jemaahnya

ILUSTRASI. Sebanyak 28 orang jamaah tarawih di Musala Baitul Muslimin, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta, harus menjalani isolasi mandiri karena imam salat positif Covid-19. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Seorang imam salat tarawih Musala Baitul Muslimin, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat berinisial O, 82, dinyatakan positif Covid-19. Akibatnya sebanyak 28 orang jemaah tarawih juga harus menjalani isolasi mandiri.

Camat Tambora Bambang Sutama mengatakan, awalnya anak dari O terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (7/5). Sehari berselang, berdasarkan hasil tes swab, O juga dinyatakan positif.

“Lurah bersama tiga pilar membujuk pak haji ini untuk dirujuk di Wisma Atlet atau Rumah Sakit dia menolak, dia menyampaikan saya tidak kena Covid tapi gejala tipes,” kata Bambang saat dihubungi, Kamis (14/5).

Malam sebelum dibujuk untuk dibawa ke rumah sakit, O masih menjadi imam tarawih. Padahal pemerintah setempat telah menyampaikan larangan adanya kegiatan keagamaan di tempat ibadah selama pandemi berlangsung.

“Sudah kita sampaikan dari imbauan Kapolri, MUI, DMI, Ketua Ormas Islam, semua disampaikan, mereka masih membandel,” jelas Bambang.

Pihak keluarahan selanjutnya menghubungi Gugus Tugas Covid-19 di tingkat kecamatan. Akhirnya O beserta kekuarganya pun mau dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta.

Sementara itu, kepada 28 jamaah salat tarawih, pihak kecamatan meminta agar langsung dilakukan tes swab. Sebab mereka telah kontak dekat dengan O yang telah dinyatakan positif.

Para jamaah tersebut pun memenuhi permintaan pihak kecamatan. “Bapak dan keluarga (O) dirujuk ke Tarakan, sementara 28 (jamaah tarawih) isolasi mandiri sambil menunggu hasil (swab),” pungkas Bambang. (jpc/fajar)

Komentar

Loading...