PT Djarum Gelontorkan Rp97,02 Miliar untuk Bayar THR Buruh

Kamis, 14 Mei 2020 09:59

THR BURUH: PT Djarum mengeluarkan Rp 97 miliar untuk THR puluhan ribu buruh rokok. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

FAJAR.CO.ID, KUDUS– Puluhan ribu buruh rokok PT Djarum menerima tunjangan hari raya (THR) Selasa (11/5) kemarin. Tahun ini, total dana yang digelontorkan perusahaan untuk membayar THR 48.118 pekerja yakni Rp97,02 miliar. Dengan rincian Rp81.011 miliar untuk 41.344 orang buruh borong. Sisanya Rp16,011 miliar untuk 6.774 orang pekerja harian.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di brak (gudang poduksi, red) pembagian THR PT Djarum Bitingan berjalan dengan tetap memperhatikan social distancing dan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran korona. Pemberian THR diberikan jauh sebelum hari raya agar buruh lebih leluasa menggunaan dana yang diterima untuk peringatan keagamaan tersebut.

”Kami bersyukur, perusahaan dapat memenuhi hak pekerja secara normatif pada kondisi seperti sekarang ini,”’ kata Public Affair Manager PT Djarum Rahma Mochtar Kusumasastra.

Dikatakannya, sebelum adanya wabah Covid-19, PT Djarum telah menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker hingga mencuci tangan. Kebersihan pekerja dan lokasi produksi menjadi penekanan utama. ”Sejak dua tahun yang lalu, kami sudah menerapkannya. Tapi sejak ada Covid-19 ditambah dengan pengaturan jarak antarpekerja,” ujarnya.

Seiring dengan anjuran pemerintah untuk menerapkan social dan physical distancing, perusahaan menerapkan sistem kerja dua shift. Tak hanya itu pantauan kesehatan pekerja juga ditingkatkan. Dalam menghadapi situasi seperti ini, karyawan yang punya potensi sakit bawaan diperlakukan khusus. Mereka dipersilahkan istirahat di rumah untuk isolasi. Ketika masa isolasi berakhir, karyawan dapat bekerja kembali. ”Kami utamakan kesehatan dan keselamatan kerja,” imbuhnya.

Kepala Brak PT Djarum Bitingan Lama Reza Abdullah mengatakan, pemberian THR dilakukan sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 06 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan. Selain mereka yang masih bekerja, karyawan ter-PHK, sakit atau cuti hamil maksimal 30 hari sebelum hari H lebaran, juga mendapatkan satu bulan gaji.

THR buruh harian kali ini diberikan kepada 6.774 orang buruh bathil sebesar Rp 16,01 miliar, dan buruh borong 41.344 orang senilai Rp 81,01 miliar. Mereka tersebar di 23 brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Djarum di Kudus, Rembang, Pati, dan Jepara.

”THR kami serahkan secara kelompok, masing-masing terdiri 10 orang. Pembagian dilakukan serempak pada brak yang ada di Kudus, Jepara, Rembang, Lombok, Temanggung, dan Demak,” ungkapnya. Setiap pekerja menerima Rp 2.218.000.

Perusahaan berharap buruh dapat memanfaatkan dana yang diterima dengan sebaik-baiknya. Sementara itu, saat ini produksi rokok di brak PT Djarum Bitingan Lama cenderung turun. Jika sebelumnya per hari dapat produksi sekitar 700 bal, sekarang hanya sekitar 400 bal. ”Permintaan masih banyak, tapi belum bisa terpenuhi,” katanya.

Salah satu buruh borong Muntini, 37, mengaku senang dan bersyukur THR diberikan lebih awal. Dengan demikian, dirinya bisa belanja sebelum harga-harga mengalami kenaikan. Tak hanya untuk kebutuhan lebaram, wanita asal Demak yang telah bekerja 28 tahun ini juga akan menggunakan THR untuk keperluan biaya sekolah anak.

”Alhamdulillah di tengah pandemi korona ini kami masih dapat THR. Selain untuk belanja lebaran, uang ini juga kami simpan untuk kebutuhan biaya sekolah. Tahun ini masuk ke tigkat SMP,” ungkapnya. (jpc/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI