Telaah Pakar Epidemiologi, Khofifah Pertimbangkan PSBB Skala Jatim

Pangdam V Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat menjelaskan update persebaran Covid-19 di gedung negara Grahadi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Berdasar hasil telaah dari pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga dan Tim Epidemiologi Satgas Penanganan Covid-19, Provinsi Jawa Timur dinilai layak untuk menerapkan PSBB di seluruh wilayah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pihaknya sedang melakukan kajian terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara regional di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.

”Seharusnya Jawa Timur sudah bisa mengajukan PSBB secara regional. Kami akan berkoordinasi kembali,” kata Khofifah seperti dilansir dari Antara di Kota Malang pada Kamis (14/5).

Khofifah menjelaskan, berdasar telaah dari FKM Universitas Airlangga tersebut, seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur saat ini sudah memasuki zona merah. Hal tersebut berarti, seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur, ada kasus positif Covid-19. Pihaknya saat ini terus melakukan diskusi secara intensif bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Jawa Timur, terkait penerapan PSBB di seluruh wilayah Jawa Timur.

Hasil telaah dari FKM Universitas Airlangga, lanjut Khofifah, akan dijadikan sebagai masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam upaya untuk menekan penyebaran virus korona atau Covid-19. ”Telaah dari pakar sebagai input kami untuk membahas lebih komprehensif. Keputusan belum kita ambil,” ujar Khofifah.

Sebagai catatan, di wilayah Jawa Timur, sudah ada wilayah yang menerapkan skema PSBB, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik, sejak 28 April yang diperpanjang hingga 25 Mei. Wilayah Malang Raya, menyusul Surabaya Raya menerapkan PSBB mulai 17 Mei. Keputusan untuk menerapkan PSBB di wilayah Malang Raya, merupakan sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: