Kapolri Diminta Jelaskan Soal Bantuan Hukum kepada Dua Terdakwa Kasus Novel Baswedan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Tim Advokasi Novel Baswedan meminta Kapolri Jenderal Azis untuk menjelaskan alasan instansi Polri memberikan bantuan hukum kepada dua terdakwa kasus penyiraman air keras ke penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Pasalnya, tanggapan dari Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono tidak menjawab sedikit pun persoalan yang dianggap janggal.

“Kapolri bisa menjelaskan secara langsung kepada masyarakat luas, apa pertimbangan instansi Polri memberikan bantuan hukum kepada dua terdakwa?,” kata anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Kamis (14/5).

Kurnia memandang, institusi Kepolisian sebenarnya tidak diwajibkan untuk memberikan pendampingan hukum terhadap anggota Polri yang sedang menghadapi proses hukum, sepanjang yang bersangkutan tidak sedang dalam menjalankan tugas.

“Jika bantuan ini dipandang sebagai sebuah kewajiban, tentu publik akan bertanya, apakah penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan merupakan bagian dari tugas Kepolisian, sehingga dua terdakwa mesti diberikan pendampingan hukum oleh Polri?,” tegas Kurnia.

Kurnia menyebut, Kapolri sempat mengatakan keprihatinannya, karena pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan merupakan anggota Polri aktif.

“Proses penanganan perkara ini diawali penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Polri sendiri. Atas dasar itu, sudah barang tentu Kepolisian memegang keyakinan terlebih dahulu bahwa pelaku kejahatan adalah dua terdakwa tersebut. Lalu, untuk apa diberikan pendampingan hukum?,” sesal Kurnia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan