KJP Plus Bisa Dicairkan Tunai Seluruhnya Selama PSBB

ILUSTRASI. Jika sebelumnya KJP Plus dicairkan dalam bentuk tunai dan non tunai secara berkala. Tapi selama PSBB, KJP Plus bisa dicairkan tunai seluruhnya. (KJP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memutuskan melakukan relaksasi skema pencairan KJP Plus selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika sebelumnya, KJP Plus dicairkan dalam bentuk tunai dan non tunai secara berkala. Tapi selama PSBB, KJP Plus bisa dicairkan tunai seluruhnya.

Sebagai contoh, pada masa normal, penerima KJP Plus untuk jenjang SD senilai Rp 250 ribu. Pencairan dana dibagi menjadi dua bagian yakni dana rutin dan berkala. Dana rutin dicairkan setiap bulan sebilai Rp 135 ribu, dapat diambil tunai Rp 100 ribu, sisa dana dibelanjakan non tunai. Biasanya untuk belanja pangan murah. Sedangkan dana berkala sebesar Rp 115 ribu per bulan dicairkan tiap 6 bulan sekali di akhir semester, untuk dibelanjakan kebutuhan siswa secara non tunai.

Selama PSBB aturan tersebut akan direlaksasi dengan cara menggabung dana rutin dan dana berkala tiap bulannya, serta menghapus sementara kewajiban pencairan non tunai. Berkat kebijakan ini, keseluruhan dana yang masuk, dapat digunakan langsung secara tunai maupun non tunai.

Dengan begitu, jumlah nominal yang akan cair per bulan sebesar Rp 250 ribu jenjang SD, Rp 300 ribu jenjang SMP, Rp 420 ribu jenjang SMA, Rp 450 ribu jenjang SMK, dan Rp 300 ribu jenjang PKBM.

Dinas Pendidikan juga memutuskan menghapus sementara belanja pangan murah. Program itu diganti dengan paket bantuan sosial gratis selama masa PSBB. Dengan begitu, dana KJP Plus yang awalnya diperuntukkan bagi pembelian pangan murah, dapat dipakai untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

“Skema ini sudah bisa dicairkan mulai bulan Mei 2020, dan berlaku selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5).

Nahdiana menuturkan, bagi penerim KJP Plus yang saat ini berada di kelas XII SMA/SMK, akan tetap mendapat dana bridging senilai Rp 500 ribu per orang. Untuk menghindari kerumunan massa di Kantor Layanan Bank DKI maupun ATM, maka pencairan dana KJP Plus Tahap I Tahun 2020 dilakukan dengan jadwal berbeda-beda.

Untuk KJP Plus SD/SDLB/MI mulai 15 Mei 2020, KJP Plus SMP/SMPLB/MTs/PKBM mulai 18 Mei 2020, KJP Plus SMA/SMALB/MA/SMK mulai 20 Mei 2020, dan pencairan Dana Bridging atau biaya tambahan bagi siswa kelas XII juga akan dilaksanakan pada Mei 2020.

Sedangkan penerima KJP Plus yang sudah memiliki aplikasi JakOne Mobile juga diimbau untuk memantau dana masuk dan transaksi melalui ponsel masing-masing. Apabila sangat terpaksa harus ke ATM atau Kantor Layanan Bank DKI, agar memperhatikan pelaksanaan PSBB.

Nahdiana berharap skema pencairan dana KJP Plus di masa PSBB ini mampu meringankan beban para siswa dan orang tua selama masa pandemi Covid-19. “Jangan keluar rumah jika tidak mendesak. Semakin kita disiplin, semakin cepat virus Covid-19 akan tertangani, dan semakin cepat juga kita bisa belajar di sekolah,” pungkasnya. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...