Limbah Pabrik Tambang C Cemari Sungai, Petani Menjerit

Jumat, 15 Mei 2020 16:34

TERCEMAR. Sejumlah warga yang tinggal di Bacukiki, hingga saat ini masih kerap memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan s...

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Keberadaan pabrik pasir dan batu di Kecamatan Bacukiki, mulai resahkan warga. Limbahnya diduga sudah mencemari lingkungan.

Pabrik yang terletak di sekitar Jalan Lingkar Lanyer itu, mulai dikeluhkan warga. Beberapa pekan ini hingga Jumat, (15/05/2020) limbahnya sudah mencemari air Sungai Layer.

Warga pun kini mulai menjerit. Mereka tak bisa lagi menggunakan air Sungai untuk menyiram tanaman kebun mereka karena air menjadi keruh dan berbau.

Mirisnya lagi, air sungai tak lagi bisa diharapkan warga untuk membersihkan diri. Baik itu sekadar membersihkan motornya atau pun sembari menceburkan diri di sungai.

“Sejak beroperasinya pabrik pasir dan batu itu kami sangat dibuat resah. Karena, kalau beroperasi lagi air sungai keruh,” sesal Supri, salah seorang warga yang tinggal merasakan imbas limbah ini, Jumat (15/5/2020).

Supri mengatakan, pernah suatu hari pabrik ini beroperasi 1×24 jam dan terpaksa nyaris dua hari jagungnya tak bisa lagi dia siram. Sebab, bila tetap dipaksakan bakal mengancam tumbuh kembang jagung.

“Bisa-bisa gagal panen pak. Kami benar-benar sangat dirugikan,” sesalnya.

Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare, Syamsuddin Taha, mengatakan sejauh ini masih mengumpulkan data terkait pabrik pasir dan batu tersebut. Karena keberadaan pabrik limbah ini, baru saja dikeluhkan warga.

Bagikan berita ini:
9
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar