Melihat dari Dekat Pesantren Tuju-tuju Bone Tanggung Santri

Jumat, 15 Mei 2020 14:24

AKTIVITAS BERAGAM. Kegiatan santri di Pesantren Darul Huffadh, Tuju-tuju, Bone. (DOK FOR FAJAR)

“Pondok Pesantren Darul Huffadh, tidak membebani santri dan santriwatinya dalam hal biaya apapun. Baik biaya bulanan maupun biaya tahunan. Semuanya ditanggung oleh bapak pimpinan,” ucapnya.

Bahkan Pesantren ini tidak memiliki dana bantuan internasional. Pondok tidak menerima apapun dalam bentuk sumbangan, hanya menerima dalam bentuk sedekah yang tidak bersyarat.

Berdiri di atas semua golongan. Dalam arti, pondok tidak berkiblat pada salah satu golongan apapun. Untuk model pembelajaran, sebelum Covid-19, pada setiap Ramadan semua santri dan santriwati tinggal di pondok dengan segala aktivitas yang ada hingga Lebaran.

Para santri di ponpes ini hanya dituntut belajar dan menghafal Al-Qur’an tanpa dipungut biaya.

Saat Ramadan pun, kegiatan masuk kelas dan salat tarawih berjalan dengan baik.

Namun, saat ini, tidak demikian. Karena santri dan santriwati dari kelas 1 sampai 5, Tsanawiyah dan Aliyah telah dipulangkan ke rumah mereka hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Untuk kurikulum pembelajaran di Pesantren Tuju-tuju, masih tetap mempertahankan pelajaran pondok yang lebih dominan dalam keseharian. Seperti nahwu, sharaf, balaghah, durushul lughah, tafsir Al-Qur’an, dan lainnya.

Bagikan berita ini:
7
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar